TERPUTUS LAGI! Jembatan Dusun Siatas Hanyut, Warga Gotong Royong Bangun Sendiri Tanpa Bantuan Pemerintah

Warga Dusun Siatas Desa Batunagodang Siatas bergotong royong membangun jembatan darurat yang hanyut dibawa aek Sipoti, 31 Juli 2026 (Foto: Jasa/instrumentasi.com)
Warga Dusun Siatas Desa Batunagodang Siatas bergotong royong membangun jembatan darurat yang hanyut dibawa aek Sipoti, 31 Juli 2026 (Foto: Jasa/instrumentasi.com)

HUMBAHAS, Instrumentasi.com -– Akses warga Dusun Siatas, Desa Batunagodang Siatas, Kecamatan Onan Ganjang, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) kembali terputus. Jembatan darurat penghubung ke ibu kota kecamatan hanyut diterjang luapan Sungai Sipoti, Kamis, (30/7/2026) sekira pukul 18.30 WIB.

Peristiwa ini sudah berulang kali terjadi. Namun hingga hari ini pemerintah belum membangun jembatan permanen di titik rawan tersebut.

Akibat hanyutnya jembatan, ratusan warga kehilangan akses utama ke pasar, sekolah, puskesmas, dan kantor kecamatan. Karena itu aktivitas warga lumpuh total sejak Kamis malam.

Baca juga: Kadis dan Inspektur Deli Serdang Saling Lempar Tanggung Jawab Soal Buku SD

Pada Jumat pagi, warga Dusun Siatas langsung bergerak. Mereka bergotong royong membangun jembatan darurat baru secara swadaya. Warga mengumpulkan kayu, batu, dan tali dari rumah masing-masing.

Ironisnya, pembangunan jembatan itu berlangsung tanpa campur tangan dan kontribusi dari Pemerintah Desa Batunagodang Siatas, Pemerintah Kecamatan Onan Ganjang, maupun Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan. Sampai saat ini belum ada bantuan logistik maupun personel yang datang.

“Kami tidak bisa menunggu. Anak-anak harus sekolah, hasil pertanian harus dijual. Dengan semangat kekeluargaan kami bekerja sama. Tidak ada yang mengeluh, karena ini menyangkut hajat hidup kami sehari-hari,” ujar salah seorang warga Dusun Satu Desa Batunagodang Siatas, Jumat (31/7/2026)

Faktanya, jembatan darurat yang dibangun hanya berupa batang kayu gelondongan yang direntangkan di atas tumpukan batu. Kondisi itu sangat berbahaya dan tidak memenuhi standar keselamatan.

Lebih memprihatinkan lagi, anak sekolah dasar, ibu hamil, dan lansia terpaksa menyeberang melalui jembatan rapuh itu setiap hari. Jika hujan deras kembali turun, warga khawatir jembatan baru akan kembali hanyut dan memakan korban.

Oleh sebab itu, warga mendesak Bupati Humbang Hasundutan melalui Dinas PUPR segera membangun jembatan permanen di Sungai Sipoti. Mereka menilai pembangunan darurat berulang kali hanya membuang tenaga dan tidak menyelesaikan masalah.

Baca juga: Diduga Langgar UU, DPRDSU Biasa “Akomodasi” Walkout Bobby

Warga juga khawatir jika pemerintah terus abai, maka setiap musim hujan akses Dusun Siatas akan terus terputus. Dengan demikian roda ekonomi dan pendidikan warga akan terhambat terus-menerus.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Kepala Desa Batunagodang Siatas, Camat Onan Ganjang, maupun Dinas PUPR Kabupaten Humbang Hasundutan.

Kesimpulannya, semangat gotong royong warga patut diapresiasi. Tetapi negara tidak boleh lepas tangan. Warga Dusun Siatas butuh jembatan permanen sekarang, bukan janji dan wacana. (Jas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *