MEDAN, Instrumentasi.com — Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengerahkan jajaran Pemerintah Kota (Pemko) Medan untuk bergotong royong membersihkan parit yang tersumbat dan dipenuhi sedimentasi tebal di Jalan Taduan, Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Medan Tembung, Sabtu (8/8/2026).
Aksi tersebut secara langsung Pemko lakukan guna memperlancar aliran air sekaligus mencegah terjadinya genangan dan banjir di wilayah tersebut.
Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Kontruksi (SDABMBK) Khairul Azmi mengatakan, kondisi parit di lokasi menunjukkan banyak bagian yang tersumbat sedimen tebal. Akibatnya, aliran air tidak lancar dan berpotensi menimbulkan genangan saat hujan turun.
“Memang kita lihat di kenyataan lapangan, banyak parit yang tersumbat. Juga banyak sedimen yang sudah tebal. Nah, ini mengakibatkan terjadinya banjir dan air tergenang,” ujar Khairul Azmi.
Baca juga: Pinjamkan Uang ke Teman, Gilang Ditetapkan Tersangka Narkoba.
HUT Ke-1 Partai Rakyat Indonesia Berlangsung Meriah, DPD PRI Sumut Siap Hadapi Pemilu 2029 Mendatang
Selanjutnya, untuk mempercepat pembersihan, Pemko Medan mengombinasikan gotong royong manual dengan penggunaan alat berat. Pihaknya menurunkan satu unit alat berat serta beberapa unit truk untuk mengangkut sampah hasil pengerukan.
Lebih jauh, Khairul menyebut pengerukan menjadi tahap awal sebelum penataan drainase permanen. Pemko Medan menargetkan pemasangan U-ditch di lokasi tersebut pada tahun 2027.
“Ke depan kita rencanakan pemasangan U-ditch. Targetnya tahun 2027. Pengerjaannya akan kita fokuskan terlebih dahulu di sisi sebelah kiri jalan agar mobilitas masyarakat tetap berjalan dan jalan tidak tertutup total,” katanya.
Kemudian, petugas akan mengukur panjang saluran secara pasti dengan target aliran air dapat terhubung hingga ke Sei Kera. Setelah pengerukan, tim juga akan mengukur elevasi serta memperhitungkan kemiringan dan titik belokan saluran secara presisi sebelum U-ditch dipasang.
“Setelah dikeruk, elevasinya kita ukur dan kita perhitungkan secara presisi. Jadi nanti U-ditch yang dipasang benar-benar mengikuti kondisi dan arah aliran air,” jelasnya.
Selain itu, Khairul menambahkan pengerukan dan pembebasan alur drainase mendapat dukungan penuh dari masyarakat. Berdasarkan informasi Camat Medan Tembung, warga mendukung kegiatan tersebut demi kelancaran aliran air.
Baca juga: Serapan Anggaran Dinas Perkimcikataru Medan Terendah, Plh Sekda Minta Evaluasi.
Wali Kota Tebing Tinggi Buka Kampanye Germas, Tekan Stunting Jadi 1,5 Persen
Meski alat berat telah dikerahkan, pengerjaan manual tetap diperlukan. Sebab, kondisi teknis di setiap titik drainase berbeda sehingga tidak seluruh bagian dapat dijangkau alat.
“Gotong royong saja tidak cukup, harus menggunakan alat. Tetapi alat juga tidak bisa digunakan di semua titik karena banyak hal teknis, sehingga harus berkesinambungan antara alat dengan manual,” tegasnya.
Terakhir, Khairul menegaskan program pembersihan parit akan dilakukan secara berkesinambungan. Setelah tuntas di lokasi itu, kegiatan akan dilanjutkan ke kecamatan lainnya.
“Kita harus ada kebersamaan. Jangan mementingkan ego pribadi dengan menutup parit di depan rumah sehingga menyumbat arus aliran air ke tempat lain,” ajaknya. (**)












