Mubes XVI PPTSB, Edison Sinaga Tekankan Soliditas dan Kemandirian Organisasi

Jumat, 30 Oktober 2026, Sunggal – Kapolsek Sunggal AKP M. Ainul Yaqin pimpin Green Policing tanam puluhan bibit pohon aren di Dusun IV Desa Medan Krio Kecamatan Sunggal Deli Serdang.
Ketua Umum PPTSB Ir. Edison Sinaga buka Mubes XVI PPTSB di Medan, tekankan persatuan dan kemandirian organisasi di hadapan 111 cabang dan 18 wilayah, Jumat 30 Oktober 2026. (Foto: Isron/Instrumentasi.com)

MEDAN, Instrumentasi.com – Ketua Umum PPTSB Ir. Edison Sinaga menegaskan pentingnya menjaga soliditas, persatuan, serta kemandirian organisasi dalam pelaksanaan Musyawarah Besar XVI PPTSB Tahun 2026 di Medan.

Ia mengingatkan seluruh peserta agar tidak terjebak dalam perbedaan kelompok atau kubu yang berpotensi mengganggu keutuhan organisasi yang telah dibangun bersama selama ini.

Hal itu disampaikan Edison Sinaga dalam rangkaian pembukaan Mubes XVI PPTSB yang berlangsung di Medan, pada Jumat (30/10/2026) dengan penuh semangat kekeluargaan.

Forum tertinggi organisasi ini menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi internal, mengevaluasi perjalanan organisasi, serta merumuskan arah kebijakan PPTSB ke depan secara bersama-sama.

Dalam kesempatan itu, Edison menyampaikan bahwa PPTSB memiliki jangkauan organisasi yang luas, tersebar di sekitar 20 provinsi dan 157 kabupaten/kota dengan anggota lebih dari satu juta orang.

Menurutnya, potensi besar tersebut harus menjadi kekuatan untuk membangun organisasi yang solid dan mandiri, bukan justru terpecah akibat perbedaan pandangan di internal organisasi.

Tekankan Persatuan dan Pengelolaan Aset

Selain menyoroti pentingnya persatuan, Edison juga mengingatkan seluruh jajaran pengurus agar menjaga dan mengembangkan aset organisasi sebagai bagian dari upaya mewujudkan kemandirian PPTSB secara berkelanjutan.

Ia menyebutkan saat ini organisasi telah memiliki sejumlah aset, di antaranya tanah, gedung kantor, serta Wisma Tosin yang berdiri di atas lahan seluas 5.297 meter persegi.

Edison menjelaskan bahwa aset-aset tersebut telah resmi dibaliknamakan atas nama organisasi pada Desember 2024 sebagai hasil perjuangan dan kerja keras para pengurus terdahulu.

Karena itu, ia meminta seluruh anggota dan pengurus untuk menjaga aset tersebut serta mengelolanya secara bertanggung jawab demi kepentingan organisasi dan generasi mendatang secara berkelanjutan.

Edison juga memberikan apresiasi kepada para pengurus wilayah dan cabang yang telah menempuh perjalanan panjang, bahkan hingga belasan jam, untuk menghadiri Mubes XVI PPTSB di Medan.

Ia berharap semangat pengorbanan dan kebersamaan tersebut tetap terpelihara selama berlangsungnya musyawarah demi menjaga keutuhan organisasi yang sangat dicintai bersama.

“Jangan sampai pengorbanan menghadiri Mubes ini berujung pada keretakan. Siapa pun yang kelak terpilih menjadi pimpinan, keutuhan PPTSB harus tetap berada di atas segalanya,” tegas Edison.

Peserta Membludak dari Aceh hingga Papua

Sementara itu, Ketua Panitia Mubes XVI PPTSB Prof. Dr. Jon Piter Sinaga menyampaikan apresiasi atas tingginya partisipasi peserta dari berbagai daerah di seluruh Indonesia.

Ia mengungkapkan sebanyak 111 cabang dari total 157 cabang serta 18 wilayah dari 20 wilayah tercatat mengikuti kegiatan tersebut dengan antusiasme yang sangat tinggi.

Menurut Jon Piter, kehadiran peserta dari Aceh hingga Papua menunjukkan kuatnya ikatan kekeluargaan di lingkungan pomparan Toga Sinaga, Boru, dan Bere yang tetap solid.

Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan Mubes tahun ini mengusung konsep hybrid, yakni melalui pertemuan tatap muka dan daring, serta menerapkan sistem paperless tanpa kertas sebagai adaptasi teknologi digital.

Jon Piter mengakui masih terdapat sejumlah kekurangan dalam persiapan maupun pelaksanaan kegiatan, namun hal tersebut akan menjadi bahan evaluasi untuk penyelenggaraan kegiatan organisasi berikutnya agar lebih baik.

“Mari kita jaga dan rawat persaudaraan ini agar PPTSB semakin solid serta mampu memberi dampak nyata bagi seluruh anggotanya,” ujarnya penuh harap.

Pemprov Sumut Dorong Keterlibatan Generasi Muda

Dalam kesempatan yang sama, Agustinus Panjaitan yang hadir mewakili Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Mubes XVI PPTSB tersebut.

Ia menilai Mubes tidak hanya menjadi forum pemilihan kepengurusan maupun penyusunan program kerja, tetapi juga wadah untuk menyatukan visi dan memperkuat kontribusi sosial di tengah masyarakat.

Menurut Agustinus, PPTSB memiliki peran penting dalam menjaga nilai-nilai kekeluargaan serta melestarikan adat dan budaya Batak yang harus terus diwariskan kepada generasi penerus.

Ia juga mendorong organisasi agar memberikan ruang lebih luas kepada generasi muda untuk terlibat aktif dalam berbagai kegiatan dan kepengurusan organisasi ke depan secara berkelanjutan.

Nilai-nilai luhur seperti penghormatan kepada orang tua, semangat gotong royong, serta kepedulian terhadap sesama diharapkan terus diwariskan kepada generasi berikutnya dengan konsisten.

Dukungan organisasi kemasyarakatan dan adat seperti PPTSB juga dinilai dapat memperkuat kolaborasi dalam mendukung pembangunan Sumatera Utara yang unggul, maju, dan berkelanjutan bersama pemerintah.

Melalui Mubes XVI PPTSB Tahun 2026, seluruh peserta diharapkan dapat menghasilkan keputusan yang mengedepankan kepentingan bersama, memperkuat persatuan, serta membangun organisasi yang mandiri dan berkelanjutan untuk masa depan.

Dengan demikian, PPTSB diharapkan tidak hanya menjadi wadah pemersatu pomparan Toga Sinaga, Boru, dan Bere, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, daerah, dan bangsa Indonesia.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *