Istri Minta Keadilan Suami Ditahan di Kejari Depok

Ibu Kalimah istri Bapak Ino yang ditahan di Kejari Depok memohon keadilan, ia menyebut suaminya hanya menjaga lahan sengketa di Depok bukan menjual.
Ibu Kalimah istri Bapak Ino yang ditahan di Kejari Depok memohon keadilan, ia menyebut suaminya hanya menjaga lahan sengketa di Depok bukan menjual.(Foto: Dok/Instrumentasi.com)

DEPOK, Instrumentasi.com – Isak tangis keadilan datang dari rakyat kecil di Kota Depok. Ibu Kalimah, istri dari Bapak Ino yang kini ditahan di Kejari Depok, memohon keadilan atas penahanan suaminya.

Ibu Kalimah dengan suara terbata-bata menceritakan tuduhan yang dialamatkan kepada suaminya oleh pelapor bernama Anton menurutnya tidak mendasar.

“Suami saya tidak menjual lahan tersebut. Suami saya hanya menjaga lahan ini, dan itu sudah puluhan tahun bersama saya sebagai istrinya,” ujar Kalimah.

Ia menceritakan kehidupannya bersama suami selama ini sangat memprihatinkan. Karena tidak mempunyai pekerjaan tetap dan modal mengolah lahan, ia dan suami harus menyambung hidup dengan mengumpulkan barang bekas.

Selama tinggal di lahan sengketa tersebut, Kalimah mengaku ada kuasa hukum bernama Haji Anwar yang menghubungi suaminya melalui chat WhatsApp.

Menurut pengakuan suaminya, Haji Anwar mengaku telah diberikan kuasa dari seorang bernama Ibu Lisa untuk mengurus lahan tersebut.

Kemudian, lewat obrolan suami istri, suaminya disuruh menjaga lahan tersebut karena Haji Anwar dan Ibu Lisa mengetahui suaminya sudah lama mengurus lahan itu sebelum dibeli pihak kedua.

Namun, yang menjadi pertanyaan besar bagi Kalimah adalah mengapa suaminya justru ditahan atas pengaduan Anton.

“Kenapa suami saya ditahan atas pengaduan Bapak Anton dan dilaporkan ke polisi. Kata suami saya, Bapak Anton itu bukan pemilik lahan yang saya tempati oleh suami saya,” tegasnya.

Sementara itu, dengan kondisi ekonomi serba kekurangan, Kalimah kini merasa kehilangan tulang punggung keluarga dan tidak mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Oleh karena itu, ia memohon keadilan kepada Kapolri dan meminta agar suaminya segera dikeluarkan dari tahanan kejaksaan.

“Saya hanya rakyat kecil menyambung hidup lewat suami. Saya memohon keadilan, dan memohon kepada Bapak Kapolri yang baru Bapak Yudi, tindak tegas jajarannya di Kota Depok dan mohon keluarkan suami saya dari tahanan kejaksaan,” pintanya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *