PROYEK GAGAL! Jembatan Aek Sipoti Ambruk Sebelum Jadi

Kondisi fondasi Jembatan Aek Sipoti setelah diterjang banjir dan tumbang di Sungai Sipoti, Sabtu (12/9/2026). FOTO: Jasa Sabastia Simanulang/Instrumentasi.com*
Kondisi fondasi Jembatan Aek Sipoti setelah diterjang banjir dan tumbang di Sungai Sipoti, Sabtu 12 September 2026. Foto: Jasa Sabastia Simanulang/Instrumentasi.com)

HUMBAHAS, Instrumentasi.com — Fondasi Jembatan Aek Sipoti tumbang diterjang arus Sungai Sipoti. Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (12/09/2026) saat debit air meluap deras.

Jembatan tersebut sebelumnya direncanakan menggantikan jembatan darurat. Selain itu, jembatan itu menjadi akses utama warga Desa Batunagodang Siatas, Kecamatan Onan Ganjang, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas).

Berdasarkan pantauan di lokasi, pekerjaan baru mencapai tahap pengerjaan fondasi. Selanjutnya, kontraktor seharusnya melanjutkan dengan pemasangan gelagar besi pada tahap berikutnya.

Namun demikian, sejumlah pekerja di lokasi mengakui fondasi belum selesai seluruhnya. Oleh karena itu, runtuhnya struktur menimbulkan pertanyaan besar mengenai kualitas pekerjaan dan ketahanan konstruksi.

Lebih lanjut, pantauan di lapangan tidak menemukan papan informasi proyek. Padahal, papan itu wajib memuat nama kegiatan, nilai kontrak, sumber anggaran, pelaksana, dan jangka waktu.

Di lokasi hanya terlihat beberapa orang yang mengaku sebagai tukang. Mereka tidak dapat menjelaskan secara rinci pihak pelaksana maupun spesifikasi teknis pekerjaan jembatan tersebut.

Kepala Desa Batunagodang Siatas, Hiras Simanullang, saat dikonfirmasi mengaku tidak mengetahui proyek itu. Ia menyatakan tidak pernah menerima sosialisasi resmi dari pihak terkait.

Hiras bersama warga mengaku kecewa dengan kondisi tersebut. Mereka menilai pekerjaan baru sampai fondasi sudah rusak akibat diterjang arus sungai.

Oleh sebab itu, warga meminta pemerintah segera turun tangan. Pemerintah harus memeriksa kualitas konstruksi dan menelusuri pihak yang bertanggung jawab atas pelaksanaan proyek.

Selain itu, warga juga menyoroti tidak adanya jembatan alternatif. Akibatnya, aktivitas masyarakat terhambat karena akses keluar masuk Desa Batunagodang Siatas menjadi sulit.

Sementara itu, kondisi ini menambah beban warga yang menggantungkan hidup pada akses jembatan. Mereka mendesak percepatan pembangunan agar roda ekonomi desa kembali normal.

Dengan demikian, insiden ambruknya fondasi Jembatan Aek Sipoti menjadi tamparan keras. Pemerintah diharapkan segera mengevaluasi proyek dan memastikan pembangunan selanjutnya dikerjakan sesuai standar. (JAS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *