HUMBAHAS, Instrumentasi.com – Ratusan warga Desa Purba Bersatu dan Desa Purba Baringin Kecamatan Pakkat Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) turun ke jalan. Mereka menggelar aksi demonstrasi di depan kantor PLTA PT. ESS Sipulak, pada Sabtu (5/9/2026).
Aksi tersebut merupakan bentuk kekecewaan masyarakat terhadap pengelolaan dana Corporate Social Responsibility. Selain itu, warga menilai perusahaan belum terbuka dalam menyalurkan program CSR kepada masyarakat sekitar.
Dengan membawa spanduk dan poster, massa memulai aksi sekitar pukul 09.00 WIB. Mereka kemudian berorasi secara bergantian di depan gerbang utama PLTA.
Baca Juga:
Bank Sumut dan Pemkab Targetkan Penguatan Ekonomi Petani dan UMKM Tapanuli Utara dari Modal Hingga Hilirisasi
Bawa Ratusan Logistik Pengungsi Sinabung, Rapidin Simbolon Tegaskan PDI Perjuangan Hadir di Tengah Rakyat
Koordinator aksi menegaskan bahwa warga hanya menuntut haknya. “Kami tidak minta lebih. Kami hanya minta transparansi dana CSR yang sudah diwajibkan perusahaan,” teriaknya di hadapan petugas keamanan.
Lebih lanjut, warga menyampaikan 3 poin utama dalam tuntutannya. Pertama, perusahaan harus membuka laporan penggunaan dana CSR secara terbuka.
Kedua, program CSR harus tepat sasaran dan menyentuh kebutuhan masyarakat. Ketiga, perusahaan wajib melibatkan pemerintah desa dalam perencanaan program.
Menanggapi hal itu, pihak manajemen PT. ESS Sipulak akhirnya menemui massa. Namun, perwakilan perusahaan belum memberikan jawaban pasti terkait rincian dana CSR selama ini.
Baca Juga:
Polda Sumut Ungkap Modus Konten Pornografi Lewat Siaran Langsung TikTok
Ditressiber Polda Sumut Tangkap Wanita Pamer Pornografi Lewat Live TikTok
Karena itu, warga mendesak agar perusahaan segera membentuk tim bersama dengan pemerintah desa. Tim tersebut bertugas mengawasi dan mengevaluasi seluruh program CSR.
Sementara itu, aparat kepolisian dari Polres Humbang Hasundutan tampak mengamankan jalannya aksi. Polisi juga mengawal agar demonstrasi berlangsung aman dan tertib.
Selain berorasi, warga juga menyerahkan surat pernyataan sikap kepada pihak perusahaan. Dalam surat itu, masyarakat memberi waktu 14 hari kepada PT. ESS Sipulak untuk menjawab tuntutan.
Apabila tuntutan tidak dipenuhi, maka warga mengancam akan melakukan aksi lanjutan dengan skala yang lebih besar. Bahkan, mereka tidak menutup kemungkinan memblokir akses jalan menuju PLTA.
Menutup aksi, massa membubarkan diri secara tertib sekitar pukul 12.30 WIB. Sebelum pulang, mereka kembali menegaskan komitmen untuk mengawal transparansi dana CSR.
Kepala Desa Purba Bersatu yang turut hadir mendukung aksi warganya. Ia berharap perusahaan segera duduk bersama dengan masyarakat. “CSR itu amanah. Jadi harus dikelola dengan jujur dan bermanfaat bagi warga,” ujarnya. (*/j)












