TARUTUNG, Instrumentasi.com – PT Bank Sumut bersama Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara memperkuat akses pembiayaan Kredit Usaha Rakyat atau KUR. Langkah itu dilakukan untuk pelaku usaha mikro dan petani guna mendorong produktivitas serta pengembangan ekonomi daerah.
Pembiayaan tersebut tidak berhenti pada tambahan modal. Melalui KUR, pemerintah dan Bank Sumut ingin menjadikan pembiayaan sebagai pengungkit agar usaha masyarakat berkembang. Selain itu, komoditas unggulan Tapanuli Utara diharapkan memiliki nilai tambah melalui hilirisasi.
Komitmen itu mengemuka dalam kunjungan kerja spesifik Komisi VII DPR RI bersama Pemkab Taput di Aula Martua Kantor Bupati Tapanuli Utara, Tarutung, Kamis (3/9/2026). Pertemuan dipimpin Dr. Saleh Partaonan Daulay dan membahas pengawasan penyaluran KUR serta penguatan UMKM.
Baca Juga:
Direktur Utama Bank Sumut Heru Mardiansyah mengatakan, kepercayaan pemerintah daerah menjadi dorongan bagi perseroan. Oleh karena itu, Bank Sumut memastikan penyaluran KUR memberi dampak nyata bagi pelaku usaha.
“Bagi Bank Sumut, pembiayaan UMKM bukan hanya tentang menyalurkan kredit. Lebih dari itu, kami memastikan pembiayaan benar-benar mampu mendorong usaha tumbuh, naik kelas, dan memberikan dampak bagi perekonomian daerah,” kata Heru di Tarutung.
Untuk memperluas akses, Bank Sumut menghadirkan KUR Mikro dengan suku bunga 0 persen pada 2026 dan 3 persen pada 2027. Program itu juga bebas biaya administrasi, bebas provisi, serta tanpa agunan.
Dengan demikian, skema tersebut diharapkan memberi ruang lebih luas bagi pelaku usaha mikro. Beban pembiayaan pun menjadi lebih ringan.
Baca Juga:
Namun demikian, Heru menegaskan pembiayaan tidak berhenti saat kredit tersalurkan. Bank Sumut ingin pembiayaan terhubung dengan aktivitas ekonomi masyarakat, mulai dari peningkatan produktivitas, pengolahan komoditas, hingga pemasaran.
“Yang ingin kami bangun bersama Pemkab Tapanuli Utara adalah ekosistem. Usaha kecil tumbuh, petani semakin produktif, komoditas memiliki nilai tambah, dan pada akhirnya perputaran ekonomi semakin kuat di daerah,” tegasnya.
Arah tersebut sejalan dengan agenda Pemkab Taput yang mendorong modernisasi pertanian dan hilirisasi komoditas unggulan. Bupati Tapanuli Utara Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat menyebut sektor pertanian sebagai salah satu kekuatan ekonomi daerah, selain kerajinan ulos dan pariwisata religi.
Untuk itu, Pemkab Taput mendorong mekanisasi pertanian. Pemerintah juga mengembangkan kopi, jagung, dan durian lokal agar tidak hanya dijual sebagai produk primer. Pengolahan di tingkat daerah dinilai penting menciptakan nilai tambah sekaligus memperluas peluang usaha.
“Fokus utama kami adalah membawa Tapanuli Utara menuju daerah yang bertani dan modern. Melalui program mekanisasi dan hilirisasi, kami ingin memfasilitasi para petani dan pengrajin agar produktivitas serta kesejahteraan mereka semakin meningkat,” ujar Jonius.
Sebagai dukungan, pemerintah daerah siap melakukan pendampingan mulai tingkat desa hingga kabupaten. Dengan pendampingan itu, akses pembiayaan dapat dimanfaatkan secara produktif dan tepat sasaran.
Sementara itu, Ketua Tim Komisi VII DPR RI Saleh Partaonan Daulay menilai akses KUR harus benar-benar dirasakan masyarakat yang membutuhkan. Ia juga mengingatkan, KUR dengan plafon hingga Rp100 juta tidak boleh dibebani agunan tambahan sesuai ketentuan yang berlaku. (*/i)













Respon (2)