INSTRUMENTASI.COM — Lapas Kelas IIA Bagansiapiapi membuka kegiatan pesantren kilat bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dalam memperkuat keimanan serta membekali nilai spiritual.
Puluhan WBP mengikuti program pembinaan keagamaan ini di Masjid At-Taubah, dengan suasana khusyuk saat mereka mengenakan baju koko dan peci.
Kepala Lapas Kelas IIA Bagansiapiapi, Andi, menegaskan bahwa program ini sebenarnya bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan bagian dari pembinaan mental dan karakter.
“Kami berharap melalui pesantren kilat ini, warga binaan tidak hanya menjalani hukuman fisik, tetapi juga mengalami ‘kemerdekaan’ batin,” kata Andi, Selasa (3/3/2026).
Pihak Lapas telah menyusun materi intensif, yang meliputi pendalaman fikih ibadah, tahsin Al-Qur’an hingga kajian akhlak dan wawasan kebangsaan.
Lapas menghadirkan pengajar dari internal dan menggandeng penyuluh agama dari Kementerian Agama setempat untuk memastikan materi yang disampaikan tepat sasaran.
Salah seorang WBP, Budi, mengaku bersyukur dapat mengikuti pesantren kilat, Ia menilai program memberinya kesempatan merenungi kesalahan dan memperdalam pemahaman agama.
“Di sini saya punya waktu untuk belajar dan memperbaiki diri. Semoga setelah bebas nanti saya bisa menjadi pribadi yang lebih baik,” ungkap Budi.
Lapas Kelas-IIA Bagansiapiapi berharap program pesantren kilat ini menjadi sarana rehabilitasi efektif, membentuk kedisiplinan spiritual warga binaan siap kembali ketengah masyarakat. (**)












