Taput instrumentasi.com — Kondisi SD Negeri 173199 Silantom Julu di Kecamatan Pangaribuan, Kabupaten Tapanuli Utara, memprihatinkan. Sejumlah fasilitas sekolah ditemukan rusak dan kurang terawat meski sekolah tersebut menerima Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Tahun Anggaran 2025 sebesar Rp121.600.000.
Hasil penelusuran tim media pada Kamis (30/4/2026) menunjukkan kamar mandi siswa dalam kondisi rusak dan kotor. Pintu kamar mandi bahkan hanya disandarkan ke dinding. Selain itu, sejumlah kursi belajar siswa terlihat rusak dan tidak layak digunakan. Lingkungan sekolah juga dinilai minim perawatan.
Kondisi perpustakaan turut menjadi sorotan. Ruangan tersebut dinilai tidak mencerminkan adanya pengembangan, padahal dalam laporan penggunaan Dana BOS tercatat anggaran pengembangan perpustakaan sebesar Rp8.650.000 pada tahap I dan Rp13.759.000 pada tahap II.
Berdasarkan data yang dihimpun, sekolah menerima Dana BOS tahap I sebesar Rp60.800.000 dan tahap II sebesar Rp60.800.000, sehingga total anggaran mencapai Rp121.600.000. Dana itu dialokasikan ke berbagai pos, termasuk pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah.
Untuk pemeliharaan sarana dan prasarana, tercatat anggaran Rp4.020.000 pada tahap I dan meningkat menjadi Rp12.450.000 pada tahap II. Namun, kondisi fisik sekolah justru memunculkan pertanyaan terkait efektivitas penggunaan dana tersebut.
Sementara itu, pembayaran honor menjadi salah satu pos terbesar, yakni Rp24.300.000 pada tahap I dan Rp12.150.000 pada tahap II.
Kepala SD Negeri 173199 Silantom Julu, Muhtar Daryatmo Pasaribu, telah dikonfirmasi tim media terkait penggunaan anggaran dan kondisi fasilitas sekolah. Namun hingga berita ini diturunkan, yang bersangkutan belum memberikan keterangan resmi.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai transparansi dan akuntabilitas pengelolaan Dana BOS yang sejatinya ditujukan untuk meningkatkan mutu pendidikan dan fasilitas belajar siswa. (Sofian Candra Lase)












