Humbahas, Instrumentasi.com —Warga melaporkan ruas jalan kabupaten yang menghubungkan Desa Pakkat Hauagong, Desa Lumban Tongatonga, Desa Sijarango, dan Desa Sijarango I di Kecamatan Pakkat, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), mengalami kerusakan parah.
Adapun, kondisi itu mengganggu aktivitas sehari-hari warga, menghambat distribusi hasil pertanian, dan berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas fatal.
Kerusakan terparah justru terjadi di Dusun Pulo Bali Pakkat, sekitar 1.094 meter dari Simpang Tiga Siuo-ruor. Jalan tersebut menjadi akses utama sekaligus satu-satunya yang menghubungkan masyarakat dari keempat desa menuju pusat Kecamatan Pakkat.
Di samping itu, warga menegaskan jalan itu memegang peran vital dalam menopang aktivitas ekonomi dan pendidikan. Petani mengandalkan jalur tersebut untuk mendistribusikan hasil pertanian dari perladangan di Dusun Pulo Bali dan Lumban Tongatonga. Pelajar pun memakai akses itu menuju sekolah tingkat SLTA di ibu kota kecamatan.
“Kalau musim hujan, kondisi jalan makin parah. Air menggenang dan sangat membahayakan pengguna jalan,” ujar seorang warga.
Kendati demikian, pemerintah daerah sempat memperbaiki jalan itu pada Oktober 2025. Namun, beberapa warga menilai perbaikan tidak maksimal. “Pemerintah baru menimbun jalan, hujan langsung mengikis materialnya. Setelah itu pemerintah tidak lagi memperbaiki,” katanya.
Sementara itu, Kepala Desa Pakkat Hauagong, Murdin Tinambunan, membenarkan warga sudah mengajukan usulan perbaikan jalan melalui Musrenbang Kecamatan Pakkat pada 2025. Menurutnya, pemerintah daerah memang merawat jalan, tetapi hasilnya belum memenuhi harapan.
“Pemerintah melakukan perawatan, namun tidak sesuai standar. Pemerintah mengisi material dengan volume yang tidak mencukupi sehingga jalan tetap tergenang air,” ujarnya.
Lebih jauh, pantauan di lapangan, Senin (4/5/2026), menunjukkan pemerintah tidak memasang rambu atau tanda peringatan di titik-titik kerusakan jalan. Kondisi itu lantas meningkatkan risiko kecelakaan bagi pengguna jalan, terutama saat malam hari dan musim hujan.
Oleh karena itu, warga berharap Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan segera mengambil langkah konkret. Warga mendesak pemerintah memperbaiki ruas jalan tersebut karena akses itu menentukan mobilitas dan keselamatan masyarakat. (Jusuf Roni)












