Dukungan Menguat, Radiapoh Sinaga Dorong Sairon Sinaga Jadi Ketua Umum PPTSB Aklamasi

Radiapoh Hasiholan Sinaga nyatakan dukungan penuh agar Sairon Sinaga terpilih aklamasi sebagai Ketua Umum PPTSB periode 2026-2030 di acara Tangiang Borhat-Borhat di Jakarta, Sabtu 4 Oktober 2026. (Foto: Dok.Ist/Instrumentasi.com).
Radiapoh Hasiholan Sinaga nyatakan dukungan penuh agar Sairon Sinaga terpilih aklamasi sebagai Ketua Umum PPTSB periode 2026-2030 di acara Tangiang Borhat-Borhat di Jakarta, Sabtu 4 Oktober 2026. (Foto: Dok.Ist/Instrumentasi.com).

JAKARTA, Instrumentasi.com -– Dukungan terhadap Sairon Sinaga untuk menjadi Ketua Umum Pomparan Toga Sinaga Boru dan Bere (PPTSB) periode 2026–2030 kini semakin menguat di berbagai wilayah.

Dukungan tersebut salah satunya disampaikan Radiapoh Hasiholan Sinaga dalam acara Tangiang Borhat-Borhat Pomparan Toga Sinaga yang digelar di Sport Center ARCICI, Jakarta, Sabtu (4/10/2026).

Saat mendapat kesempatan menyampaikan sambutan di hadapan ratusan pomparan, Radiapoh Hasiholan Sinaga secara tegas menyatakan dukungannya terhadap Sairon Sinaga sebagai calon ketua umum.

Bahkan, mantan Bupati Simalungun periode 2019–2024 itu menyebut pihaknya rela membatalkan agenda lain yang sudah terjadwal demi menghadiri kegiatan penting tersebut.

“Sebenarnya kami ada acara hari ini di tempat lain. Tetapi karena pentingnya acara ini, kami pun membatalkan acara lain itu,” ujar Radiapoh.

Radiapoh yang hadir mewakili Wilayah PPTSB Kepulauan Riau (Kepri) mengatakan dukungannya kepada Sairon Sinaga bukan tanpa alasan yang jelas dan terukur.

Menurut dia, Sairon merupakan sosok yang selama ini telah terbukti berbuat nyata dan mengabdi dengan tulus kepada organisasi PPTSB tanpa pamrih.

“Sebagai sosok yang nyata telah berbuat tanpa pamrih kepada PPTSB, kita upayakan agar Abang Sairon Sinaga ini terpilih secara aklamasi menjadi Ketua Umum,” tegasnya.

Pernyataan tersebut langsung disambut tepuk tangan meriah ratusan pomparan yang hadir dalam kegiatan Tangiang Borhat-Borhat untuk mendukung Sairon Sinaga sebagai calon Ketua Umum PPTSB periode 2026–2030.

Radiapoh kemudian memaparkan sejumlah alasan kuat mengapa Sairon Sinaga dinilai sangat layak mendapatkan dukungan penuh dari seluruh pomparan Toga Sinaga.

Salah satunya adalah karakter kepemimpinannya yang disebut lebih banyak mendatangi masyarakat daripada menunggu didatangi oleh anggotanya di lapangan.

“Abang Sairon ini bukan pemimpin yang menunggu didatangi. Dia adalah pemimpin yang mendatangi. Ketika ada suka di sektor-sektor, dia datang. Ketika ada duka di wilayah-wilayah, dia hadir. Ketika ada pergumulan di punguan-punguan, dia turun,” katanya.

Menurut Radiapoh, karakter tersebut membuat Sairon Sinaga memiliki kedekatan emosional yang kuat dengan seluruh warga PPTSB di berbagai daerah.

Ia menilai Sairon hadir bukan semata-mata karena diundang sebagai pejabat atau tokoh organisasi, tetapi karena merasa menjadi bagian dari keluarga besar PPTSB itu sendiri.

“Pemimpin yang mendatangi adalah pemimpin yang melayani, bukan dilayani,” ujarnya menegaskan prinsip kepemimpinan yang dianut Sairon Sinaga selama ini.

Radiapoh juga menilai Sairon Sinaga memiliki pengalaman organisasi yang matang karena menjalani proses pengabdian dari tingkat bawah hingga tingkat pusat PPTSB secara berjenjang.

“Kalau sudah matang di pohonnya, dia tahu kapan harus berbuah dan bagaimana menjaga pohonnya agar tidak tumbang. Inilah yang ada pada Sairon Sinaga,” pungkas Radiapoh.

Ia menilai pengalaman panjang tersebut menjadi modal penting bagi Sairon dalam memimpin organisasi PPTSB yang memiliki struktur dan anggota yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Sementara itu, dukungan terhadap Sairon Sinaga kemudian digaungkan melalui seruan aklamasi oleh seluruh peserta kegiatan yang hadir di Sport Center ARCICI tersebut.

Gelora dukungan yang ditunjukkan para peserta disebut sebagai bentuk aspirasi murni untuk menghadirkan pemimpin PPTSB yang dinilai dekat dengan anggota dan memiliki pengalaman organisasi matang.

Dengan demikian, Sairon Sinaga didorong kuat untuk memimpin PPTSB periode 2026–2030 melalui proses pemilihan yang diharapkan berlangsung secara aklamasi dan penuh kebersamaan.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *