Medan, Instrumentasi.com -– Direktur Hubungan Kelembagaan PTPN IV PalmCo, Arya Sandhiyudha, resmi mendaftarkan diri sebagai mahasiswa angkatan pertama Program Magister Sosial Ekonomi Pertanian Institut Teknologi Sawit Indonesia atau ITSI Tahun Akademik 2026/2027.
Langkah itu sekaligus menjadi bentuk dukungan nyata jajaran direksi PTPN IV PalmCo terhadap pembukaan program pascasarjana perdana di kampus yang berada di bawah naungan PTPN Group.
Arya menyampaikan keikutsertaannya sebagai mahasiswa angkatan pertama merupakan wujud komitmen untuk meningkatkan kapasitas diri. Selain itu, ia juga ingin memperkuat dukungan terhadap pengembangan pendidikan tinggi berbasis industri perkebunan.
Lebih lanjut, ia menilai industri kelapa sawit saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Tantangan tersebut tidak hanya muncul dari sisi teknis agronomi, melainkan juga dari aspek sosial, ekonomi, dan keberlanjutan.
“Keikutsertaan saya di angkatan pertama ini adalah wujud komitmen _continuous learning_ untuk memperluas perspektif. Sekaligus bentuk dukungan terhadap eksistensi ITSI sebagai kawah candradimuka sumber daya manusia perkebunan yang unggul,” ujar Arya di Medan, Rabu (29/7/2026).
Baca juga: 8 Bulan Bencana Humbahas, 28 KK Dusun Panggugunan Belum Terima Jadup
Di sisi lain, ia menilai Program Magister Sosial Ekonomi Pertanian yang mengusung identitas Magister Berbasis Industri Perkebunan dan Keberlanjutan menjadi wadah akademik yang relevan. Program ini, menurutnya, dapat diikuti kalangan profesional, praktisi, maupun pembuat kebijakan untuk memperdalam keilmuan sesuai arah pengembangan industri sawit nasional.
Sementara itu, Rektor Institut Teknologi Sawit Indonesia, Dr. Purjianto, SE, MM, menyambut positif antusiasme calon mahasiswa angkatan pertama program tersebut.
Purjianto menegaskan pembukaan program magister merupakan komitmen ITSI dalam menjawab tantangan sektor pertanian dan perkebunan. Sektor itu, katanya, terus berkembang dan membutuhkan sumber daya manusia dengan kompetensi yang lebih tinggi.
“Ini juga menjadi tonggak awal bagi ITSI dalam memperluas peran dan kontribusinya di bidang pendidikan tinggi berbasis perkebunan,” kata Purjianto.
Adapun Program Magister Sosial Ekonomi Pertanian ITSI akan meluluskan mahasiswa dengan gelar Magister Pertanian atau M.P. Kurikulumnya sendiri dirancang berbasis kebutuhan industri perkebunan.
Baca juga: Bobby Kabur, DPRD Sumut Diminta Buka CCTV Buktikan Kuorum
Guna mengakomodasi mahasiswa dari kalangan pekerja maupun profesional, ITSI menyelenggarakan pembelajaran melalui sistem hybrid. Sistem itu memadukan perkuliahan luring dan daring.
Tidak hanya itu, mahasiswa juga akan mendapat bimbingan dari tenaga pengajar yang berasal dari kalangan akademisi serta praktisi industri kelapa sawit.
Selain itu, ITSI telah menyiapkan berbagai fasilitas penunjang. Fasilitas tersebut meliputi ruang kelas eksekutif, _plantation class_, perpustakaan, hingga _student lounge_ untuk mendukung proses pembelajaran.
Kampus yang berlokasi di Jalan Willem Iskandar, Medan, itu juga menyediakan akses jejaring industri, peluang penelitian, serta program _benchmarking_ ke luar negeri bagi mahasiswa.
Terakhir, pendaftaran mahasiswa baru Program Magister ITSI Tahun Akademik 2026/2027 masih dibuka bagi lulusan program sarjana atau S1 dari seluruh disiplin ilmu. Calon peserta dapat memperoleh informasi lebih lanjut melalui laman resmi penerimaan mahasiswa baru ITSI maupun layanan informasi yang disediakan kampus.(Roy)













Respon (1)