Humbahas, instrumentasi.com — Warga Desa Panggugunan menuding Kepala Desa berinisial RN merekayasa data penerima bantuan stimulan pemulihan ekonomi bagi korban longsor di kawasan Dolok Pinapan. Dugaan itu mencuat setelah warga menemukan daftar penerima bantuan yang dinilai tidak akurat.
Sejumlah warga menyebut daftar penerima diduga lebih banyak memuat nama keluarga dan orang dekat kepala desa, sementara sebagian warga terdampak justru tidak terdata.
“Tidak semua warga Lumban Sihotang mendapat bantuan, sedangkan kepala desa mendapat bantuan, padahal rumahnya jauh dari lokasi longsor Dolok Pinapan,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan, Jumat (1/5/2026).
Warga menilai Dusun Lumban Sihotang merupakan wilayah paling terdampak bencana longsor. Peristiwa itu disebut menelan korban jiwa serta merusak sejumlah rumah warga. Namun, banyak warga di dusun tersebut dikabarkan tidak masuk dalam daftar penerima bantuan stimulan.
Akibatnya, sejumlah korban yang rumahnya rusak dan retak-retak mengaku belum menerima bantuan pemulihan ekonomi. Sebagian warga juga disebut masih trauma untuk kembali menempati rumah mereka dan sementara tinggal di rumah keluarga masing-masing.
Sebaliknya, warga menduga kepala desa beserta kerabatnya justru tercatat sebagai penerima bantuan, meski disebut tidak tinggal di wilayah terdampak langsung.
Temuan tersebut memicu kekecewaan warga korban longsor. Mereka menduga terjadi penyimpangan data penerima bantuan yang menguntungkan kelompok tertentu dan merugikan korban sebenarnya.
Warga mendesak aparat penegak hukum turun tangan mengusut dugaan penyimpangan bantuan tersebut secara transparan dan akuntabel.
“Aparat penegak hukum harus turun. Jangan biarkan kepala desa bermain data korban. Segera usut tuntas kasus ini,” tegas warga lainnya.
Selain itu, warga meminta Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penyaluran bantuan stimulan di Desa Panggugunan serta membuka data penerima kepada publik. Mereka juga meminta inspektorat mengaudit penggunaan dana bencana agar dugaan penyimpangan tidak terulang.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala Desa RN belum memberikan klarifikasi. Redaksi mengaku telah berupaya menghubungi yang bersangkutan melalui telepon dan pesan singkat, namun belum mendapat tanggapan.
Dugaan rekayasa data ini dinilai semakin memperburuk kondisi korban longsor Dolok Pinapan yang hingga kini masih mengungsi dan menunggu kepastian bantuan. (Red)












