Rapat TP2TB Tebing Tinggi Digelar, Sekdako Tekankan Penguatan SDM dan Kolaborasi Lintas OPD

Tebing Tinggi, Instrumentasi.com – Rapat Tim Percepatan Penanggulangan TBC (TP2TB) Kota Tebing Tinggi digelar di Ruang Mawar Lantai 3 Balai Kota Tebing Tinggi, Rabu (11/02/2026). Rapat dipimpin Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Tebing Tinggi, Erwin Suheri Damanik, serta diikuti sejumlah pimpinan OPD, camat se-Kota Tebing Tinggi, dan perwakilan instansi terkait.

Dalam arahannya, Sekdako Erwin Suheri Damanik menekankan pentingnya penguatan koordinasi lintas sektor dalam penanggulangan TBC, termasuk memastikan program berjalan tertib secara administrasi dan teknis di lapangan. Sekdako juga menyoroti perlunya tindak lanjut yang jelas terhadap berbagai catatan pengawasan, agar upaya penanggulangan TBC tidak berjalan stagnan.

Sekdako turut menekankan bahwa penanganan TBC tidak bisa hanya bertumpu pada Dinas Kesehatan, namun membutuhkan dukungan seluruh perangkat daerah. Ia meminta agar program penanggulangan dilakukan secara terukur, dengan personel yang memiliki kemampuan teknis serta memahami sistem pelaporan yang baik.

Selain itu, Sekdako juga mengingatkan agar seluruh pihak lebih disiplin dan fokus dalam rapat koordinasi, sehingga setiap kebijakan yang dirumuskan dapat segera diterapkan dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tebing Tinggi, Fitri Sari Saragih, dalam paparannya menjelaskan bahwa rapat TP2TB akan dilakukan secara berkala setiap triwulan. Hal ini bertujuan agar rencana kerja tim dapat terurai lebih rinci dan terpantau secara konsisten.

Fitri Sari juga menyampaikan, penanggulangan TBC di Kota Tebing Tinggi akan diperkuat melalui kegiatan skrining, termasuk dukungan alat kesehatan seperti mobile X-ray untuk memperluas cakupan pemeriksaan. Sasaran skrining akan mencakup berbagai kelompok, termasuk ASN dan pegawai di lingkungan kerja yang jumlahnya cukup besar.

Dalam penjelasannya, Fitri menegaskan bahwa konsep penularan TBC adalah melalui udara (airborne), bukan melalui cairan tubuh. Ia menyebutkan bahwa investigasi kontak erat menjadi langkah penting, di mana satu pasien TBC dapat memiliki sekitar 15 kontak erat yang wajib ditelusuri oleh puskesmas. Oleh karena itu, upaya edukasi seperti etika batuk, penggunaan masker, PHBS, dan gerakan hidup bersih sehat terus digencarkan melalui posyandu, puskesmas, pustu, hingga puskeskel.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Lapas Kota Tebing Tinggi, Dede Mulyadi, menyampaikan pihaknya telah melakukan berbagai upaya pencegahan TBC di lingkungan lapas. Ia menyatakan siap mendukung program pemerintah daerah, termasuk penguatan administrasi dan langkah-langkah pencegahan lanjutan.

Rapat TP2TB ini juga diisi dengan masukan dari sejumlah perwakilan OPD, salah satunya Sri Imbang Jaya Putra yang menyoroti pentingnya kejelasan kebijakan, pengalokasian anggaran, serta pengawasan penggunaan dana agar program berjalan sesuai aturan.

Turut hadir dalam rapat tersebut, Kadis Kominfo Kota Tebing Tinggi Ghazali Rahman, Direktur RSUD drg. Lili Marliana, seluruh camat se-Kota Tebing Tinggi, serta perwakilan OPD se-Kota Tebing Tinggi.(Juhairdin Sinaga)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *