MEDAN, Instrumentasi.com — Janji Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution untuk mengangkat warga HKBP sebagai Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara akhirnya lunas. Namun, pelantikan tersebut hanya bertahan 3 bulan.
Setelah skenario mengangkat Topan Ginting, secara mendadak kandas akibat Operasi Tangkap Tangan KPK terkait korupsi rehabilitasi jalan, Bobby kemudian mengubah arah.
Pada Minggu (27/4/2025) saat Perayaan Paskah Raya HKBP di Gedung Serbaguna Pemprovsu yang dihadiri ribuan jemaat, Bobby secara terbuka menyatakan komitmennya.
Selanjutnya, pada Jumat (11/7/2025) Bobby melantik Togap Simangunsong di Gedung Serbaguna VIP Bandara Kualanamu. Togap saat itu berstatus pejabat fungsional Irwastama Kemendagri.
Baca juga: KORMI Medan Dorong Drum Corps Jadi Ekskul Andalan Sekolah
Sebelumnya, ia pernah menjadi Staf Ahli Mendagri Bidang Kemasyarakatan dan bahkan Plh. Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri.
Akan tetapi, penunjukan Togap memiliki catatan khusus. Ia tercatat sebagai warga HKBP Rawamangun dengan sisa masa kerja 3 bulan menuju pensiun.
Dengan demikian, Bobby tidak mengganggu skenario jangka panjangnya. Setelah dilantik, Togap pun pensiun tepat waktu sesuai jadwal pada 1/11/2025.
Lebih lanjut, sumber terpercaya menyebut setelah pensiun Togap sempat ditawari Bobby untuk menjabat Ketua DPW PSI Sumut. Kini Togap telah kembali ke Jakarta.
Sementara itu, warga HKBP hingga saat ini tidak mengetahui sama sekali kontribusi nyata Togap yang dirasakan langsung selama menjabat Sekda.
Baca juga: Rikardo Simamora: Jangan Asal Tulis Sejarah Humbahas, Semua Pejuang Wajib Dicatat
Usai Togap pensiun, Bobby tidak lagi mengangkat warga HKBP. Sebaliknya, ia menunjuk Sulaiman Harahap sebagai Pj. Sekdaprovsu pada 3/11/2025. Padahal, berdasarkan Pasal 5 ayat 3 Perpres Nomor 3 Tahun 2018, masa jabatan Pj. Sekda paling lama 3 bulan jika terjadi kekosongan.
Faktanya, hingga 3/8/2026 Sulaiman Harahap telah menjabat selama 9 bulan. Dengan kata lain, masa jabatannya telah melebihi ketentuan. Ironisnya, hingga saat ini Bobby belum membentuk panitia seleksi Sekda definitif.
Di sisi lain, sejumlah nama warga HKBP sempat diusulkan elit pendukung Bobby. Antara lain Naslindo Sirait, Horas Maurits Panjaitan, dan Dimposma Sihombing. Namun, Bobby tidak menggubris usulan tersebut.
Kesimpulannya, Bobby menganggap janjinya telah selesai dengan melantik Togap selama 3 bulan. Oleh sebab itu, ia merasa tidak memiliki kewajiban etika maupun politik lagi kepada HKBP. (***)












