Pegawai dan Warga Binaan Lapas Kelas IIA Serang Negatif Narkoba

Tampak Kepala KPLP Elieser Indra Kharisma mengawasi tes urin Petugas Lapas Kelas IIA Serang Banten, Jumat 08 Mei 2026 (Foto: Joshrius/Instrumentasi.com)
Tampak Kepala KPLP Elieser Indra Kharisma mengawasi tes urin Petugas Lapas Kelas IIA Serang Banten, Jumat 08 Mei 2026 (Foto: Joshrius/Instrumentasi.com)

Serang, Instrumentasi.com — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Serang melaksanakan pemeriksaan urin secara mendadak dan menyeluruh terhadap seluruh pegawai dan warga binaan, Jumat (08/5/2026)

Sebagai tindak lanjut, Lapas melaksanakan pemeriksaan itu untuk menjalankan Peraturan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Nomor 12 Tahun 2025 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan serta Peredaran Gelap Narkotika di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Melalui kegiatan tersebut, Lapas berupaya mencegah dan memberantas peredaran narkotika di lingkungan pemasyarakatan. Di samping itu, petugas melaksanakan pemeriksaan secara tertib, transparan, dan dapat mempertanggungjawabkannya.

Lebih lanjut, Lapas mengambil langkah ini untuk memastikan seluruh jajaran menjaga integritas serta menciptakan lingkungan yang bersih dari pengaruh narkotika.

Sementara itu, petugas tidak menemukan pelanggaran dalam pelaksanaan tes urin tersebut selama proses kegiatan berlangsung dari awal hingga akhir.

Dengan demikian, petugas menyatakan seluruh pegawai dan warga binaan Lapas Kelas IIA Serang negatif dari penggunaan narkotika tanpa ada pengecualian apapun.

Oleh sebab itu, Lapas menilai hasil itu membuktikan bahwa pembinaan, pengawasan, dan pengendalian di lingkungan Lapas Kelas IIA Serang berjalan efektif dan optimal.

Adapun Kepala Lapas, Riko Stiven, yang berkomitmen penuh memberantas peredaran narkoba di lapas, memimpin pelaksanaan program tersebut.

Menurut Riko Stiven, hasil pemeriksaan mencerminkan komitmen seluruh unsur di lingkungan Lapas Kelas IIA Serang dalam menolak penyalahgunaan narkotika.

“Keberhasilan ini tidak membuat kami berpuas diri. Namun, kami tetap berkomitmen menjaga lingkungan tetap bersih dari narkotika,” ujarnya.

Sebagai penutup, Riko Stiven menegaskan bahwa Lapas akan terus melakukan pemeriksaan urin secara berkala maupun insidental, upaya pencegahan dan deteksi dini untuk menjaga lingkungan Lapas tetap aman, tertib, kondusif, dan bebas dari peredaran narkotika. (Joshrius)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *