Laporan Polisi terhadap Jusuf Kalla Dinilai Bermuatan Politik, Sutrisno Pangaribuan Soroti Ajakan

Medan, Instrumentasi.com– Inisiator Kongres Perdamaian Dunia (Konperda), Sutrisno Pangaribuan, menilai laporan polisi oleh organisasi masyarakat (ormas) Kristen terhadap Muhammad Jusuf Kalla sarat kepentingan politik dan berujung antiklimaks.

Menurut Sutrisno, polemik ini mencuat setelah warganet menemukan bahwa para pelapor diduga merupakan pengurus partai politik yang berada di kubu pemerintah. Ia menyebut, respons cepat ketua harian partai yang menawarkan mediasi dengan Jusuf Kalla merupakan upaya meredam dampak politik sekaligus menjaga citra partai.

“Langkah mediasi itu lebih terlihat sebagai upaya penyelamatan, bukan solusi substansi,” ujar Sutrisno, Jumat (17/4/2026).

Ia juga menyoroti pernyataan pihak partai yang mencoba melepaskan diri dari tindakan Ketua Umum ormas Kristen tersebut, meskipun yang bersangkutan diketahui memiliki posisi di partai yang sama.

Sutrisno menilai, wacana mediasi muncul akibat tekanan publik, termasuk rencana aksi dari pendukung Jusuf Kalla.

Di sisi lain, Ketua Umum ormas yang sebelumnya vokal kini tidak lagi tampil ke publik, sementara sejumlah tokoh Kristen justru menyampaikan apresiasi terhadap peran Jusuf Kalla.

“Ini menunjukkan bahwa isu tersebut tidak mendapat dukungan luas dari umat di akar rumput,” katanya.

Ia menegaskan, tidak ada urgensi untuk melakukan mediasi karena persoalan ini tidak berkembang di tengah masyarakat, melainkan lebih ramai di media sosial akibat eksposur saat pelaporan dilakukan.

Sebagai langkah yang lebih tepat, Sutrisno menyarankan agar Jusuf Kalla melakukan silaturahmi dengan lembaga resmi keagamaan seperti Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) dan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI).

“Pertemuan dengan PGI dan KWI akan mempertegas bahwa tidak ada persoalan antara Jusuf Kalla dengan umat Kristen,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan Kepolisian Negara Republik Indonesia agar tidak reaktif dalam menerima laporan yang berkaitan dengan isu kerukunan antarumat beragama. Menurutnya, pendekatan dialog dan silaturahmi jauh lebih efektif dibandingkan jalur hukum formal.

Sutrisno turut mengimbau para elit ormas dan partai politik untuk tidak melakukan manuver yang berpotensi mengganggu kerukunan. Di tengah situasi global yang tidak menentu, ia menekankan pentingnya menjaga persatuan dan solidaritas nasional.

Para pelapor dapat mengedepankan sikap bijak dengan membuka ruang dialog langsung serta mencabut laporan polisi demi menjaga harmoni sosial, pungkasnya. (ron)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *