Mangkrak! Pustu Siborboron Selesai Setahun Tapi Tak Pernah Dipakai

Bangunan Puskesmas Pembantu (Pustu) Siborboron tampak kosong dan belum difungsikan Sabtu 29 Agustus 2026. Gedung yang selesai dibangun sejak tahun lalu belum ditempati tenaga kesehatan. (Foto: Jonter/Instrumentasi.com)
Bangunan Puskesmas Pembantu (Pustu) Siborboron tampak kosong dan belum difungsikan Sabtu 29 Agustus 2026. Gedung yang selesai dibangun sejak tahun lalu belum ditempati tenaga kesehatan. (Foto: Jonter/Instrumentasi.com)

HUMBAHAS, INSTRUMENTASI.COM —Bangunan Puskesmas Pembantu (Pustu) di Desa Siborboron, Kecamatan Sijamapolang, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) terbengkalai.

Gedung yang selesai dibangun dari Dinas Kesehatan sejak tahun lalu itu, hingga Sabtu (29/8/2026) belum pernah ditempati sama sekali.

Pantauan di lapangan, bangunan Pustu tampak baru dan bersih. Cat putih mendominasi dinding, atap seng masih mengilap, dan papan nama “PUSKESMAS PEMBANTU SIBORBORON” sudah terpasang di halaman depan. Namun halaman sekitar gedung masih berupa tanah kosong dan tidak ada aktivitas pelayanan kesehatan.

Warga sekitar mengaku kecewa. Mereka berharap keberadaan Pustu bisa mempermudah akses layanan kesehatan dasar. Kenyataannya, sampai saat ini warga masih harus menempuh jarak jauh ke Puskesmas induk di kecamatan lain.

“Udah setahun lebih bangunan ini siap. Tapi tidak ada bidan, tidak ada perawat, pintunya juga selalu terkunci. Kami tetap berobat jauh,” ujar salah seorang warga Desa Siborboron.

Baca juga:Pemko Medan Kebut Pemasangan U-Ditch Tekan Risiko Banjir
Danantara Housing Expo 2026 Tawarkan KPR 2,75% Dukung 3 Juta Rumah

Kepala Desa Siborboron membenarkan bahwa pembangunan Pustu telah rampung sejak tahun lalu. Namun ia mengaku belum menerima informasi resmi terkait kapan gedung tersebut akan dioperasikan oleh Dinas Kesehatan.

“Kami dari desa sudah siapkan lahan dan mendukung penuh. Tapi sampai sekarang belum ada penyerahan atau penempatan tenaga kesehatan ke sini,” katanya.

Sementara itu, sumber di Dinas Kesehatan Humbang Hasundutan menyebut, keterlambatan operasional Pustu disebabkan belum adanya alokasi tenaga kesehatan dan peralatan medis. Proses pengusulan disebut masih dalam tahap administrasi.

Padahal, keberadaan Pustu sangat dibutuhkan masyarakat di daerah pegunungan seperti Siborboron. Akses ke fasilitas kesehatan utama cukup jauh dan medan yang dilalui tidak mudah, terutama saat musim hujan.

Baca juga:Pemprov Sumut Percepat Perbaikan Infrastruktur SDA Pasca Bencana
Polwan Polda Sumut Gelar Bakti Kesehatan Gratis untuk Warga Belawan

Selain itu, masyarakat menilai anggaran yang sudah dikeluarkan untuk pembangunan menjadi sia-sia jika gedung tidak segera difungsikan. Mereka khawatir bangunan baru akan cepat rusak karena tidak terawat.

“Kasihan, bangunannya bagus. Kalau dibiarkan kosong terus nanti rusak. Lebih baik segera dipakai untuk melayani kami,” kata warga lainnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada kepastian dari pemerintah daerah terkait jadwal operasional Pustu Siborboron. Warga berharap Bupati Humbang Hasundutan segera turun tangan agar bangunan tidak hanya menjadi pajangan.

Tokoh masyarakat setempat juga meminta DPRD Humbang Hasundutan melakukan pengawasan. Menurut mereka, program kesehatan tidak boleh berhenti hanya sampai pembangunan fisik.

Dengan kondisi tersebut, warga Desa Siborboron mendesak agar Pustu segera diisi tenaga kesehatan, dilengkapi alat, dan dibuka untuk pelayanan. Mereka menilai kesehatan masyarakat tidak bisa ditunda hanya karena persoalan administrasi. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *