MEDAN, INSTRUMENTASI.COM —Pemerintah Kota Medan mempercepat pembenahan sistem drainase di sejumlah titik rawan genangan. Pemasangan saluran U-Ditch di Jalan Abdul Hakim, Kecamatan Medan Selayang, dan Jalan Mandolin, Kecamatan Medan Baru, kini digenjot. Langkah ini bertujuan meningkatkan kapasitas aliran air sekaligus menekan potensi banjir.
Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota Medan, Khairul Azmi, turun langsung meninjau pekerjaan tersebut pada Kamis 27 Agustus 2026.
Peninjauan dilakukan untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai perencanaan dan target yang telah ditetapkan. Selain itu, langkah ini menjadi bentuk pengawasan terhadap pembangunan infrastruktur dasar yang bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat.
Baca juga:5.654 Atlet Daftar Porprovsu XII Sumut 2026, Pendaftaran Tahap Dua Dibuka
Bobby Nasution Dorong Bank Sumut dan Tirtanadi Masuk Bursa Efek
Khairul Azmi mengatakan, progres pemasangan U-Ditch di kedua lokasi tersebut telah mencapai sekitar 50 persen dari target pekerjaan.
“Langkah ini merupakan pelaksanaan program pembangunan yang diinisiasi Wali Kota Medan, Bapak Rico Tri Putra Bayu Waas melalui penguatan infrastruktur dasar perkotaan,” ujar Azmi kepada wartawan, Jumat 28 Agustus 2026.
Menurutnya, pembenahan drainase tidak hanya mengejar pembangunan fisik. Infrastruktur tersebut juga harus mampu meningkatkan kapasitas dan kelancaran aliran air. Terutama di kawasan yang selama ini berpotensi mengalami genangan ketika hujan dengan intensitas tinggi.
Baca juga:IGoWa: Bobby Nasution Diminta Pahami Batas Kewenangan Kepala Daerah
Pemprov Sumut Percepat Perbaikan Infrastruktur SDA Pasca Bencana
Azmi menegaskan, pekerjaan akan terus dimaksimalkan hingga tuntas. Dengan demikian manfaatnya dapat segera dirasakan masyarakat.
“Tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, namun juga pada upaya menciptakan lingkungan yang lebih aman, nyaman, dan tangguh terhadap dampak cuaca ekstrem,” katanya.
Pemko Medan melalui Dinas SDABMBK menyatakan akan melanjutkan pembangunan sekaligus pemeliharaan drainase di berbagai titik. Upaya tersebut dinilai penting karena persoalan genangan dan banjir tidak cukup ditangani secara sporadis. Dengan begitu dibutuhkan pembenahan jaringan drainase secara berkelanjutan.
Dengan percepatan pekerjaan di sejumlah titik, kapasitas sistem drainase perkotaan diharapkan semakin baik. Risiko genangan pun dapat ditekan, khususnya saat hujan berintensitas tinggi. Namun efektivitas program tersebut pada akhirnya akan terlihat dari sejauh mana infrastruktur yang dibangun benar-benar mampu mengurangi genangan dan memberi rasa aman bagi warga di kawasan terdampak. (**)












