Pertina Medan Ancam Mundur dari Porprovsu XII Sumut 2026

Ketua Pertina Medan Adol Frian Rumaijuk saat rapat persiapan Porprovsu XII Sumut 2026 bersama KONI Medan, Kamis (8/10/2026).
Ketua Pertina Medan Adol Frian Rumaijuk saat rapat persiapan Porprovsu XII Sumut 2026 bersama KONI Medan, Kamis 8 Oktober 2026. (Foto: Jogi/Instrumentasi.com).

MEDAN, Instrumentasi.com — Kabar mengejutkan datang dari cabang olahraga Persatuan Tinju Amatir Indonesia Kota Medan yang menyatakan keberatan terhadap mekanisme pengelolaan kontingen Kota Medan untuk Pekan Olahraga Provinsi XII Sumatera Utara 2026.

Pertina Medan bahkan menyatakan siap mundur dari keikutsertaan pada ajang olahraga terbesar tingkat provinsi tersebut apabila pengelolaan kontingen tetap dilakukan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Medan.

Porprovsu XII Sumut 2026 sendiri dijadwalkan berlangsung pada 7-15 November 2026 dan menjadi target Kota Medan untuk meraih juara umum.

Sikap tersebut disampaikan Pertina Medan karena menilai telah terjadi perubahan mekanisme dalam pengelolaan kontingen Kota Medan yang sebelumnya dikelola KONI.

Selama ini, koordinasi keberangkatan dan pembinaan cabang olahraga menuju Porprovsu dilakukan melalui Komite Olahraga Nasional Indonesia Kota Medan secara terpusat.

Namun pada Porprovsu XII 2026, anggaran yang sebelumnya diajukan KONI Medan dalam Perubahan APBD 2026 disebut akan dikelola melalui Dispora Kota Medan.

Kondisi itu membuat Pertina Medan mempertanyakan fungsi KONI dalam persiapan kontingen Kota Medan menuju Porprovsu XII 2026.

Ketua Pertina Medan Adol Frian Rumaijuk mengatakan Porprovsu seharusnya menjadi momentum untuk mengukur hasil pembinaan olahraga di Kota Medan sekaligus mewujudkan target juara umum.

“Porprovsu ini kan menjadi target kita memberikan prestasi dan gambaran bagaimana pembinaan di Kota Medan. Sebagaimana yang disampaikan Wali Kota Medan bahwa beliau berharap Medan bisa menjadi juara umum,” ujar Adol usai rapat persiapan Porprovsu bersama KONI Medan, Kamis (8/10/2026).

Adol mengatakan pihaknya memahami apabila pemerintah daerah ingin memberikan dukungan terhadap kontingen Kota Medan, namun pengelolaan seharusnya tetap melibatkan KONI.

“Dengan begini seolah-olah KONI diambil alih fungsinya oleh Dispora. Kami dari cabor tinju Pertina Kota Medan menolak sistem ini karena ada yang disederai di sini, yaitu fungsi daripada KONI itu sendiri,” katanya.

Oleh karena itu, Adol menegaskan Pertina Medan siap tidak memberangkatkan atlet ke Porprovsu apabila persoalan tersebut tidak mendapatkan penyelesaian yang jelas.

“Makanya kita minta, kalau memang ini tidak mau KONI Medan yang menyelenggarakan, maka Pertina Kota Medan tidak akan memberangkatkan atlet ke Porprovsu,” tegasnya.

Selain itu, keberatan Pertina Medan juga berkaitan dengan persoalan anggaran pembinaan atlet yang dinilai tidak transparan dan merugikan cabang olahraga.

“Di tahun 2026 ini kami tidak mendapatkan uang binaan. Setelah kita mendapatkan penjelasan dari KONI Medan, ternyata anggaran yang dihibahkan ke KONI Medan yang seyogianya untuk pembinaan atlet itu tidak diserahkan sepenuhnya ke KONI Medan,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua KONI Medan Aswindy Fachrizal menjelaskan bahwa KONI Medan tidak melepas tanggung jawab terhadap persiapan atlet menuju Porprovsu XII 2026.

Menurut Aswindy, secara prinsip Porprovsu merupakan ajang KONI, sehingga KONI seharusnya menjadi pihak yang mengelola kontingen apabila anggaran diberikan dalam bentuk hibah.

“Sebenarnya kan Porprovsu ini ajang KONI. Tetapi kita sudah koordinasi dengan Dispora, anggaran Porprovsu itu sudah dititipkan di Dispora. Jadi bukan artinya kita dari KONI Kota Medan yang membawa kontingen,” kata Aswindy.

Aswindy menjelaskan, KONI Medan tidak bermaksud lepas tangan, hanya saja dengan anggaran yang berada di Dispora, maka Dispora yang akan mengurus kontingen.

“KONI tidak lepas tangan, tetapi Dispora yang akan mengurus kontingen Porprovsu. Saya juga menyampaikan kepada cabor bahwa Kadispora yang akan menjadi ketua kontingen,” ujarnya.

Ia mengaku telah berupaya mencari jalan tengah agar persoalan tersebut tidak berdampak terhadap 435 atlet Kota Medan yang telah dipersiapkan sejak Januari lalu.

“Saya sudah berikan solusi. Kalau untuk atlet, kasihan atletnya. Ada 435 atlet. Kalau semisalnya karena ego kita atlet tidak bertanding, mereka sudah persiapan dari Januari sampai sekarang,” ujar Aswindy.

Meski kecewa, Pertina Medan tetap melakukan persiapan atlet secara mandiri dengan menyiapkan 14 atlet untuk 14 kelas pertandingan dengan target tujuh medali emas.

“Kita mempersiapkan 14 atlet untuk 14 kelas yang dipertandingkan dengan target tujuh medali emas dan sisanya juga mendapatkan medali dan juara umum,” katanya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *