Ngeri! Rumah di Parbotihan Humbahas Rata dengan Tanah, Lansia Selamat dari Maut

Puing-puing rumah papan yang rata dengan tanah setelah dilalap si jago merah akibat ledakan kompor gas di Desa Parbotihan, Jumat (9/10/2026) malam.
Kobaran api ludeskan rumah papan hingga rata dengan tanah di Desa Parbotihan, Onan Ganjang, Humbahas, warga gagal padamkan api dengan alat seadanya., Jumat 9 Oktober 2026 malam sekira pukul 20.00.WIB (Foto: Jona/Instrumentasi.com)

HUMBAHAS, Instrumentasi.com — Suasana mencekam dan penuh kepanikan menyelimuti Desa Parbotihan, Kecamatan Onan Ganjang, Kabupaten Humbang Hasundutan setelah kebakaran hebat menghanguskan satu unit rumah tinggal hingga rata dengan tanah.

Informasi yang dihimpun Instrumentasi.com di lokasi kejadian menyebutkan bahwa peristiwa tragis tersebut berawal ketika seluruh penghuni rumah pergi menghadiri acara partangiangan dan hanya meninggalkan seorang lansia seorang diri di dalam rumah.

Pada saat kejadian, korban J Simamora yang berada seorang diri di dalam rumah sedang memasak makanan ternak menggunakan kompor gas yang berada di area dapur pada Jumat (9/10/2026) malam sekira pukul 20.00 WIB.

Namun nahas, ketika sedang memasak makanan ternak tersebut, J Simamora diduga mengalami kelelahan berat hingga akhirnya tertidur pulas sehingga api kompor terus menyala tanpa pengawasan sedikit pun.

Akibat kelalaian fatal tersebut, seketika kompor gas meledak dengan dahsyat dan semburan api langsung membumbung tinggi menyambar seluruh dinding rumah yang terbuat dari material papan kayu yang sangat mudah terbakar.

Dalam hitungan menit saja, kobaran api yang sangat besar dan ganas langsung mengepung seluruh bangunan rumah dan membuat warga sekitar berteriak histeris meminta pertolongan dengan penuh kepanikan.

Beruntung, saat api sudah membesar dan hampir menelan korban, para tetangga yang melihat kepulan asap hitam pekat langsung bertindak cepat dengan mendobrak pintu rumah menggunakan sekuat tenaga.

Kemudian dengan aksi heroik yang penuh risiko, warga akhirnya berhasil mengevakuasi J Simamora yang sudah terjebak di dalam rumah yang dipenuhi asap tebal dan kobaran api yang mematikan.

Selanjutnya warga sekitar berupaya keras memadamkan api dengan peralatan seadanya seperti ember, selang air, dan air parit sambil menunggu mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi kejadian.

Ironisnya, mobil pemadam kebakaran tidak sempat melakukan aksi penyelamatan karena jarak tempuh yang sangat jauh dari Kota Doloksanggul menuju Desa Parbotihan yang mencapai sekitar 27 kilometer.

Meskipun tidak ada korban jiwa dalam peristiwa mengerikan tersebut, seluruh perabot, pakaian, dokumen, dan barang berharga milik korban dilaporkan ludes hangus tak tersisa dan rata dengan tanah dilalap si jago merah. (JS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *