Medan, Instrumentasi.com – Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol. Whisnu Hermawan Februanto secara tegas menegaskan komitmen Polda Sumut memberantas peredaran narkoba tanpa pandang bulu.
Selain menyasar bandar dan pelaku, Polda Sumut juga akan memproses tegas anggota Polri yang terbukti terlibat penyalahgunaan maupun peredaran narkoba.
Kapolda menyampaikan hal tersebut saat memimpin konferensi pers hasil pengungkapan kasus narkoba Semester I Tahun 2026 di Aula Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut, Senin (20/7/2026).
Selanjutnya, Kapolda memaparkan data pengungkapan selama periode Januari hingga Juni 2026. Polda Sumut bersama jajaran berhasil mengungkap 3.865 kasus narkoba, menangkap 4.628 tersangka, serta menyita sekitar 5,3 ton barang bukti narkotika, psikotropika, dan obat-obatan berbahaya.
Di sisi lain, Kapolda menekankan pentingnya pembenahan internal institusi. Ia menyatakan tidak menutup mata terhadap anggota yang terlibat perkara narkoba.
“Saya perintahkan untuk diproses. Ada beberapa anggota kami yang melakukan tindak pidana narkoba. Kita tindak, bukan saja kode etik, tetapi juga dengan tindak pidana narkoba,” tegas Kapolda.
Dengan demikian, langkah tersebut menunjukkan keseriusan Polda Sumut menjaga integritas institusi. Setiap pelanggaran hukum akan diproses secara profesional tanpa membedakan status pelakunya.
Selain membenahi internal, Kapolda memastikan jajarannya tetap konsisten menindak para bandar dan jaringan narkoba. Sebab, kejahatan ini merusak generasi muda di Sumatera Utara.
“Oleh karena itu, ketegasan kita bukan saja kepada masyarakat sipil, tetapi juga kepada anggota kami yang melanggar aturan ini,” ujar Kapolda.
Kapolda juga memerintahkan personel di lapangan agar tidak ragu mengambil tindakan tegas dan terukur terhadap pelaku kejahatan narkoba sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Sementara itu, Direktur Reserse Narkoba Polda Sumut Kombes Pol. Andy Arisandi menambahkan bahwa pihaknya telah mengambil tindakan hukum terhadap pihak yang melawan maupun menghalangi petugas saat operasi.
Sejumlah pelaku sudah ditangkap dalam beberapa operasi terakhir di wilayah hukum Sumut yang bersangkutan, dan beberapa lainnya masih dalam pengejaran serta terus diburu tim gabungan.
Terakhir, Kapolda berharap penegakan hukum yang konsisten ini dapat memperkuat kepercayaan masyarakat. Dengan begitu, Polda Sumut menunjukkan keseriusannya mewujudkan penegakan hukum yang profesional, transparan, dan berkeadilan. (*)












