BERASTAGI, Instrumentasi.com – 499 pelajar korban keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) berkumpul di Gedung Kesenian Taman Budaya Kabupaten Karo, Berastagi, Sabtu (03/09/2026). Didampingi orangtua, mereka menerima tali asih dari jajaran DPD PDI Perjuangan Sumut berupa uang tabungan.
Penyerahan tali asih ini dipimpin langsung Ketua DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara Drs Rapidin Simbolon MM. Rapidin didampingi sejumlah pengurus DPD PDI Perjuangan Sumut, di antaranya Sutrisno Pangaribuan selaku Wakil Ketua Bidang Politik, Sekretaris DPD PDI Perjuangan Sumut Sutarto, serta Sorta Ertaty Siahaan selaku Wakil Ketua Bidang Keanggotan DPD PDI Perjuangan Sumut/ Ketua Komisi B DPRD Sumut. Hadir pula Ketua DPRD Kabupaten Karo Iriani Tarigan bersama jajaran anggota legislatif asal Tanah Karo.
Kehadiran rombongan disambut hangat para orang tua korban. Pertemuan itu tidak sekadar menjadi ruang penyerahan bantuan.
Di sana, keresahan orang tua kembali mengemuka, tentang bagaimana memastikan anak-anak mereka pulih dan bagaimana pola MBG ke depan tidak kembali menimbulkan persoalan serupa.
Kepada para pelajar yang menjadi korban MBG ini, Rapidin memberikan penguatan dan motivasi, dan menyampaikan langsung salam dari Ketua Umum PDI Perjuangan Megawatisukarnoputri
Rapidin mengatakan kehadiran jajaran DPD PDI Perjuangan Sumut di Karo sejak awal penanganan hingga kini merupakan tindak lanjut perintah langsung Megawati untuk terus memantau kondisi anak-anak yang terdampak MBG.
Rapidin mengatakan pesan tersebut disampaikannya setelah melaporkan kondisi para korban kepada Megawati pada waktu sebelumnya.
“Dan Ibu Ketua PDI Perjuangan, Ibu Megawati Soekarnoputri, menyatakan kepada saya agar menanyakan bagaimana perkembangan daripada anak-anak Karo yang telah terkena dampak keracunan daripada makanan bergizi itu,” kata Rapidin.
Perhatian itu kemudian diwujudkan melalui bantuan yang disiapkan PDI Perjuangan Sumut. Para korban akan dibuatkan rekening tabungan melalui kerja sama dengan BRI.
Bagi Rapidin, bantuan tersebut bukan sekadar nominal. Ia ingin kehadiran kader partai dirasakan oleh keluarga yang sedang menghadapi dampak kejadian tersebut.
“Kedatangan kami adalah memberikan makna atau arti bahwa kalian, ibu bapak, bukan sendirian. Kader-kader perjuangan turut juga merasakan apa yang bapak ibu rasakan,” ujarnya.
Namun pertemuan di Berastagi itu juga membawa pembicaraan pada persoalan yang lebih besar, yakni pola penyaluran MBG.
Sejumlah orang tua meminta agar skema program tersebut dievaluasi. Rapidin mengatakan usulan perubahan pola MBG sebenarnya telah ia sampaikan sebelumnya, termasuk dalam pertemuan di Jakarta dengan Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman.
Rapidin juga terus menyuarakan agar anggaran MBG disalurkan langsung kepada orang tua melalui rekening. Ia mencontohkan, jika anggaran Rp15 ribu per porsi diberikan untuk lima hari dalam sepekan, nilainya dapat dihitung dan disalurkan secara berkala setiap bulan kepada orang tua yang menjadi sasaran program. Dengan mekanisme itu, penerima bantuan jelas dan penggunaan anggaran lebih mudah ditelusuri, sekaligus mempersempit celah penyimpangan di tingkat pelaksana.
Ia mengusulkan makanan yang dibawa anak ke sekolah kemudian dinilai oleh ahli gizi untuk memastikan kandungan gizinya memenuhi standar.
Gagasan itu berangkat dari pandangan Rapidin bahwa bantuan MBG yang diberikan secara seragam belum tentu seluruhnya dibutuhkan setiap keluarga. Dalam satu kelas, misalnya, terdapat anak dari keluarga dengan kondisi ekonomi berbeda.
“Semestinya masyarakat atau anak didik ini harus dibantu pemerintah. Misalnya 30 orang dalam satu kelas, pasti ada 10 orang anak orang kaya. Dan anak orang kaya ini kan belum tentu membutuhkan MBG. Semestinya itu uang ditransfer kepada ibu-ibu,” ujarnya.
Di Gedung Kesenian Taman Budaya Karo sore itu, persoalan MBG tidak lagi hanya berbicara tentang sepiring makanan. Ia menyentuh kecemasan orang tua, kondisi anak setelah mengalami gangguan kesehatan, dan pertanyaan tentang bagaimana program bernilai besar itu seharusnya dijalankan.
Rapidin mengatakan PDI Perjuangan tidak hanya akan memberikan bantuan kepada korban di Karo. Anak-anak di daerah lain di Sumatera Utara yang terdampak kejadian serupa, menurut dia, juga akan mendapat perhatian.
Pesan Megawati kepada kader, kata Rapidin, sederhana, yaitu hadir ketika masyarakat membutuhkan.
“Jadi Ibu Megawati menyampaikan, Anda sebagai kader harus berada di tengah masyarakat, suka maupun duka. Di sana agar memberikan penguatan. Itulah yang diperintahkan Ibu Mega kepada kami,”tutupnya.
Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut Rapidin Simbolon menyerahkan tali asih berupa tabungan kepada pelajar korban keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Gedung Kesenian Taman Budaya Kabupaten Karo, Berastagi, Sabtu (3/10/2026). Bantuan tersebut diberikan setelah Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri meminta kader terus memantau perkembangan anak-anak terdampak.(*)












