Warga Parbotihan Buka Suara ke Lambok Andreas, Desak Pemprov Kirim Alat Berat

Lambok Andreas Simamora, SE anggota DPRD Sumut disambut antusias warga Desa Parbotihan Kecamatan Onan Ganjang Kabupaten Humbahas, di Sopo Godang Katolik, Selasa 19 Mei 2026 (Foto: Dok/Instrumentasi.com)

Humbahas, Instrumentasi.com— Ratusan warga Desa Parbotihan, Kecamatan Onan Ganjang, Kabupaten Humbahas menyambut hangat reses Anggota DPRD Sumut Lambok Andreas Simamora, SE, dari Dapil IX Partai Hanura.

Warga pun secara aktif memanfaatkan forum itu untuk membeberkan langsung dampak bencana longsor akhir November 2025 yang merusak lahan pertanian.

Lambok Andreas membuka dialog dengan sapaan akrab. Ia menegaskan bahwa reses menjadi jembatan bagi wakil rakyat untuk mendengar, mencatat, dan memperjuangkan kebutuhan konstituen.

Sementara, Kepala Desa Parbotihan, Pagar Marbun, menyambut kedatangan Lambok Andreas secara terbuka dan penuh harapan. Ia memaparkan data lapangan.

“Selamat datang, Pak Andreas. Inilah desa kami. Longsor menimbun hampir 60% sawah, sehingga banyak warga terancam gagal panen,” ungkapnya di Sopo Godang Katolik Parbotihan, Selasa (19/5/2026)

pada Senin (18/5/2026)
Lambok Andreas Simamora SE, Anggota DPRD Sumut didampingi Kepala Desa Parbotihan Pagar Marbun dan Tokoh Masyarakat Parius Marbun dan ketua PAC Partai Hanura Erekson Sihombing bersalaman dengan seluruh warga Desa Parbotihan dan Desa Aekgodang-Arbaan di Sopo Godang Katolik, Selasa 19 Mei 2026 (Foto: Dok/Instrumentasi.com)

Selanjutnya, Pagar Marbun menjelaskan bahwa tim desa sudah turun langsung ke lapangan. Mereka mendapati sekitar 50% sawah dan 10% lahan kering berisi karet dan kopi ikut tertimbun material longsor.

Selain itu, tokoh masyarakat Parius Marbun menambahkan gambaran kondisi warga. Ia menyebut Parbotihan sebagai salah satu desa terbesar di Onan Ganjang yang paling merasakan dampak bencana.

“Longsor November lalu menghantam sekitar 60% sawah kami. Hasil panen berkurang, dan bulan depan produksi pasti menurun,” ujar Parius.

Kemudian, mantan Kepala Desa Parbotihan itu menyampaikan harapan konkret. Ia meminta Pemerintah Provinsi Sumatera Utara segera mengerahkan alat berat seperti ekskavator untuk membuka lahan pertanian yang tertimbun.

Lambok Andreas merespons dengan mencatat setiap masukan secara rinci. Ia berkomitmen mengawal aspirasi warga hingga masuk dalam pembahasan DPRD Sumut.

“Reses ini wujud kedekatan kami dengan masyarakat. Oleh karena itu, saya akan membawa setiap usulan warga Parbotihan dan memperjuangkannya di gedung DPRD,” kata Lambok Andreas.

Dengan demikian, pertemuan berlangsung hangat dan produktif. Pada akhirnya, warga Parbotihan berharap pemerintah segera menindaklanjuti aspirasi itu agar lahan pertanian pulih dan panen kembali berjalan normal. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *