Medan, instrumentasi.com — Pasatama Institute bekerja sama dengan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) menggelar pelatihan dan sertifikasi Chef de Partie serta Executive Chef di Hotel GranDhika Setiabudi Medan, Jalan Dr. Mansyur No. 169, Kecamatan Medan Sunggal, Sabtu (25/4/2026).
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 25–26 April 2026 ini merupakan bagian dari penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di sektor tata boga, khususnya untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG).
Sebelumnya, program serupa telah sukses dilaksanakan di sejumlah kota besar seperti Bekasi, Bandung, Depok, Jakarta, Sidoarjo, dan Solo. Medan menjadi kota berikutnya yang dipercaya sebagai tuan rumah dalam pelaksanaan pelatihan dan sertifikasi Batch 22 tersebut.
Direktur Utama Pasatama Institute sekaligus asesor kompetensi industri jasa boga, Coach Arsyam, mengatakan bahwa program ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas para chef agar memiliki standar profesional setara hotel berbintang.
Menurutnya, pelatihan ini tidak hanya berfokus pada keterampilan memasak, tetapi juga pada aspek manajerial dapur dan sanitasi makanan.
“Kami ingin memastikan setiap makanan dalam program MBG tidak hanya bernilai gizi tinggi, tetapi juga diolah dengan standar profesional, baik dari sisi manajemen maupun higiene sanitasi,” ujarnya.
Selain menyasar chef profesional, kegiatan ini juga memberikan perhatian kepada relawan SPPG yang berperan sebagai garda terdepan dalam operasional dapur. Para relawan dibekali pelatihan serta sertifikasi sebagai food handler atau penjamah makanan profesional.
Langkah ini bertujuan menjamin seluruh proses produksi makanan, mulai dari persiapan hingga penyajian, dilakukan sesuai standar keamanan pangan, termasuk pencegahan kontaminasi silang dan penerapan higiene sanitasi.
Pelaksanaan kegiatan ini turut melibatkan sejumlah pihak, antara lain BNSP dan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Jasaboga Nusantara sebagai penyedia sertifikasi kompetensi, Pasatama Institute sebagai penyelenggara pelatihan, serta Indonesian Chef Association (ICA) BPD Medan bersama Chef Pro Indonesia Academy sebagai pendamping teknis.
Selain itu, ASPPMI dan Hotel GranDhika juga berperan sebagai mitra strategis dalam penyediaan tempat dan standarisasi uji kompetensi.
Coach Arsyam menegaskan, sertifikasi resmi dari BNSP diharapkan dapat meningkatkan daya saing para chef dan relawan di tingkat nasional maupun global.
“Target kami adalah kompetensi, legalitas, dan daya saing. Kami ingin para chef dan relawan menjadi pelaku utama yang profesional di bidangnya,” tegasnya.
Sementara itu, praktisi kuliner sekaligus Ketua ICA BPD Sumatera Utara, Chef Hasan Basri, menekankan pentingnya disiplin dan standar kebersihan dalam operasional dapur profesional.
Ia menyebutkan bahwa area dapur harus steril dari pihak yang tidak berkepentingan guna mencegah risiko kontaminasi makanan.
“Jika orang luar masuk dapur tanpa standar, itu berisiko menimbulkan kontaminasi, dan yang bertanggung jawab tetap chef,” ujarnya.
Ia menambahkan, setiap orang yang berada di dapur wajib menggunakan perlengkapan standar seperti penutup kepala, masker, dan sepatu khusus sebagai bagian dari penerapan food safety hygiene dan food handling.
Kegiatan ini diikuti peserta dari beberapa daerah, yakni Padang Lawas sebanyak enam orang, Dairi satu orang, Langkat satu orang, dan Deli Serdang dua orang.
Adapun narasumber dalam kegiatan ini adalah Chef Hasan Basri selaku Ketua ICA Sumatera Utara dan Chef Wira yang menjabat sebagai Head Chef Hotel GranDhika Setiabudi Medan. (Roy)












