7.264 Pelanggaran, Polda Sumut Catat Hasil Operasi Patuh Toba 2026

Senin, 2 November 2026, Medan – Polda Sumut catat 7.264 teguran dan penindakan selama tujuh hari Operasi Patuh Toba 2026 untuk tingkatkan kepatuhan dan keselamatan berlalu lintas.
Polda Sumut catat 7.264 teguran dan penindakan selama tujuh hari Operasi Patuh Toba 2026 untuk tingkatkan kepatuhan dan keselamatan berlalu lintas, Senin 2 November 2026. (Foto: Isron/Instrumentasi.com)

MEDAN, Instrumentasi.com – Kepolisian Daerah Sumatera Utara mencatat sebanyak 7.264 kegiatan teguran dan penindakan selama tujuh hari pelaksanaan Operasi Patuh Toba 2026 sebagai upaya meningkatkan kepatuhan dan keselamatan masyarakat dalam berlalu lintas.

Berdasarkan data penegakan hukum lalu lintas Polda Sumut hingga hari ketujuh, sebanyak 6.223 pengendara diberikan teguran. Sementara itu, penindakan dilakukan melalui 890 tilang manual dan 151 penindakan menggunakan sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) Mobile.

Kabid Humas Polda Sumatera Utara Kombes Pol. Dr. Ferry Walintukan mengatakan pelaksanaan Operasi Patuh Toba 2026 mengedepankan keseimbangan antara edukasi, pencegahan dan penegakan hukum secara humanis.

“Operasi ini tidak semata-mata berorientasi pada penindakan, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat bahwa keselamatan berlalu lintas merupakan tanggung jawab bersama,” ujar Ferry di Mapolda Sumut, Senin (2/11/2026).

Menurut dia, tingginya jumlah teguran selama pelaksanaan operasi menunjukkan pendekatan persuasif terus dikedepankan untuk mengingatkan masyarakat agar mematuhi peraturan lalu lintas secara konsisten.

Pada hari ketujuh pelaksanaan operasi tercatat 1.218 kegiatan, terdiri atas 1.141 teguran dan 77 tilang manual. Dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, jumlah kegiatan penegakan hukum turun 11,5 persen dari 1.376 menjadi 1.218 kegiatan.

Selain penindakan, kegiatan preemtif terus dilakukan melalui penyuluhan tertib berlalu lintas kepada pelajar dan orang tua, edukasi di terminal, pasar, kawasan industri, kampus, perkantoran dan pusat aktivitas masyarakat.

Polda Sumut juga membangun dialog keselamatan bersama pengemudi ojek daring, kurir, pengemudi angkutan, komunitas roda dua dan pelaku usaha transportasi sebagai upaya pencegahan.

Dalam dialog tersebut, edukasi mengenai penggunaan helm berstandar SNI, sabuk pengaman, larangan menggunakan telepon seluler saat berkendara serta bahaya melawan arus dan melanggar batas kecepatan turut digencarkan secara masif.

Dalam kegiatan preventif, personel melaksanakan pengaturan, penjagaan, pengawalan dan patroli pada titik serta waktu yang dinilai rawan berdasarkan hasil analisis dan evaluasi kecelakaan.

Personel juga ditempatkan di sejumlah lokasi berisiko, termasuk kawasan sekolah, persimpangan, pasar dan ruas jalan rawan. Bersama instansi terkait, kepolisian turut melakukan pemeriksaan kondisi kendaraan dan pengemudi serta survei titik rawan kecelakaan dan kemacetan.

“Harapan kami, kepatuhan masyarakat tidak hanya muncul saat operasi berlangsung, tetapi menjadi budaya dalam kehidupan sehari-hari. Keselamatan di jalan harus menjadi kebutuhan dan kesadaran bersama,” kata Ferry menegaskan.

Sebagai informasi, Operasi Patuh Toba 2026 dilaksanakan selama 14 hari, mulai 26 Oktober hingga 8 November, dengan sasaran meningkatkan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas di wilayah Sumatera Utara.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *