Hotmix Ruas Sukaramai-Salak Digelar Saat Hujan, Mutu Dipertanyakan

Proyek Provinsi Sumatera Utara. Penghamparan hotmix di Jalan Provinsi Simpang Sukaramai- Salak, Kabupaten Pakpak Bharat. (Dok. HM/instrumentsi.com)
Pekerjaan penghamparan hotmix, pada proyek peningkatan jalan provinsi, ruas Simpang Sukaramai-Salak, Pakpak Bharat, saat hujan deras dan malam hari, Sabtu 27 September 2026. (Dok. HM/instrumentasi.com)

PAKPAK BHARAT, Instrumentasi.com –- Penghamparan material hotmix pada proyek peningkatan jalan provinsi ruas Simpang Sukaramai–Salak, Kabupaten Pakpak Bharat, Sumatera Utara, dipertanyakan. Pekerjaan tersebut diduga tetap terlaksana saat hujan deras mengguyur lokasi, Sabtu (27/9/2026) malam.

Proyek peningkatan jalan tersebut merupakan paket pekerjaan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Berdasarkan data pengadaan, paket tersebut tercatat dengan kode tender 10144263000 dengan nama Peningkatan Jalan Provinsi Ruas Simpang Sukaramai–Salak.

Penghamparan hotmix saat hujan menjadi perhatian karena kondisi permukaan jalan yang basah dapat memengaruhi proses pekerjaan, terutama temperatur material dan pemadatan lapisan aspal.

Material hotmix harus berada pada temperatur yang sesuai ketika dihampar dan dipadatkan. Selanjutnya, penurunan temperatur yang terlalu cepat dapat menyebabkan proses pemadatan tidak optimal. Akibatnya, kepadatan serta ikatan antara aspal dan agregat berpotensi terganggu.

Jika hasil pekerjaan tidak memenuhi spesifikasi teknis, kerusakan lapisan perkerasan dapat muncul. Kerusakan tersebut berupa pelepasan butir, retak, hingga lubang pada badan jalan sebelum umur layanan tercapai.

Untuk memastikan kualitas pekerjaan, dugaan pengaspalan saat hujan tersebut perlu ditindaklanjuti dengan pemeriksaan teknis. Pemeriksaan tersebut meliputi job mix formula (JMF), temperatur hotmix saat tiba di lokasi, temperatur saat penghamparan dan pemadatan, tingkat kepadatan, serta hasil pengujian mutu lapisan aspal.

Penyedia jasa juga kurang bertanggung jawab terhadap pemenuhan mutu pekerjaan sesuai spesifikasi teknis dan dokumen kontrak. Apabila berdasarkan pemeriksaan ditemukan pekerjaan yang tidak memenuhi persyaratan, tindak lanjut perbaikan dapat terlaksana sesuai ketentuan kontrak dan peraturan perundang-undangan.

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) kegiatan peningkatan dan pemeliharaan jalan tersebut, Daud Sembiring, belum memberikan keterangan saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp.

Konfirmasi yang disampaikan mencakup dugaan penghamparan hotmix saat hujan, kondisi pekerjaan di lapangan, pengawasan yang dilakukan, termasuk evaluasi teknis terhadap hasil pengaspalan.

Hingga berita ini diterbitkan, PPK belum memberikan tanggapan resmi, sementara kejadian tersebut sempat difoto dan direkam video wartawan Instrumentasi.com. (HM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *