TAPUT, instrumentasi.com – Bupati Tapanuli Utara Jonius Taripar Hutabarat melantik anggota Dewan Pendidikan Kabupaten Tapanuli Utara periode 2025–2030 di SMP Negeri 3 Tarutung, Kamis (12/3/2026). Pelantikan tersebut dilakukan untuk memperkuat tata kelola pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah itu.
Pelantikan berlangsung di hadapan Plt Kepala Dinas Pendidikan Tapanuli Utara Betty Sitorus beserta jajaran, pimpinan perangkat daerah, staf ahli bupati, para kepala sekolah, guru, Koordinator Wilayah Pendidikan, Ketua MKKS, serta sejumlah insan pers.
Dalam sambutannya, bupati menyampaikan ucapan selamat kepada para anggota Dewan Pendidikan yang baru dilantik dan berharap mereka dapat menjalankan tugas secara maksimal.
Ia menegaskan bahwa pembentukan Dewan Pendidikan merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat sistem pendidikan di Kabupaten Tapanuli Utara.
Menurutnya, keberadaan Dewan Pendidikan diharapkan dapat mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui berbagai masukan dan rekomendasi kebijakan pendidikan kepada pemerintah daerah.
“Dengan latar belakang yang berasal dari akademisi, mantan pendidik, hingga pemerhati pendidikan, kami yakin Dewan Pendidikan mampu memberikan kontribusi positif bagi kemajuan pendidikan di Tapanuli Utara,” ujar Jonius.
Ia menambahkan, Dewan Pendidikan memiliki peran strategis dalam memberikan saran, pertimbangan, serta masukan kepada pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan di sektor pendidikan.
Karena itu, bupati berharap Dewan Pendidikan dapat bersinergi dengan Dinas Pendidikan, para guru, serta kepala sekolah dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan di Tapanuli Utara.
Menurutnya, pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun masa depan daerah sehingga membutuhkan dukungan serta kerja sama dari seluruh pemangku kepentingan.
“Pendidikan adalah fondasi utama dalam membangun masa depan daerah. Kami berharap Dewan Pendidikan dapat bekerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan pendidikan,” katanya.
Pada kesempatan itu, bupati juga menyinggung pentingnya pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran di era digital.
Ia menilai perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), dapat dimanfaatkan sebagai sarana pendukung dalam kegiatan belajar mengajar.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa peran guru tetap tidak dapat digantikan oleh teknologi, khususnya dalam membentuk karakter peserta didik.
“Teknologi dapat membantu proses belajar, tetapi pembentukan karakter tetap menjadi peran utama guru,” ujarnya.
Adapun anggota Dewan Pendidikan Kabupaten Tapanuli Utara periode 2025–2030 yang dilantik yakni Alpa Simanjuntak, Dahlia Nopelina Siallagan, Damayanti Nababan, Efendi Simanjuntak, Erlianti Simanjuntak, Hotlin Siregar, Ida Lumbantobing, Mansur Purba, Mariani, Resma Buaton, dan Simion Diparuma Harianja.
Para anggota tersebut berasal dari beragam latar belakang profesi, antara lain Alpa Simanjuntak, Efendi Simanjuntak, Ida Lumbantobing, dan Resma Buaton yang merupakan pensiunan guru. Dahlia Nopelina Siallagan dan Erlianti Simanjuntak diketahui sebagai dosen di Universitas Tapanuli Utara (UNITA), sementara Damayanti Nababan merupakan dosen Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Tarutung.
Selain itu, Hotlin Siregar dan Simion Diparuma Harianja tercatat sebagai pensiunan dosen, sedangkan Mansur Purba dan Mariani merupakan pensiunan aparatur sipil negara yang dinilai memiliki pengalaman dan kepedulian terhadap dunia pendidikan di Tapanuli Utara. (Bangkit Nababan)












