Medan, Instrumentasi.com — Pemerintah mempercepat pembangunan jembatan di daerah terdampak banjir untuk memulihkan konektivitas dan distribusi logistik bantuan.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sumut Basarin Yunus Tanjung menyatakan hal ini dalam temu pers di Lobby Dekranasda Sumut, Kantor Gubernur, Medan, Rabu (25/2/2026).
“Kita sedang melakukan upaya percepatan agar aktivitas warga masyarakat dapat segera kembali normal, khususnya di wilayah dengan akses terbatas,” kata Basarin.
Pemerintah fokus pada perbaikan jembatan di jembatan yang rusak akibat banjir, termasuk di Kecamatan Sipoholon dan Parmonangan.
“Ada 10 jembatan yang dibangun bersama TNI, dan 8 di antaranya sudah hampir selesai,” ujar Basarin.
TNI dan pemerintah bekerja sama membangun jembatan untuk meningkatkan keamanan dan kekuatan struktur, sehingga masyarakat dapat merasa aman dan nyaman.
Selanjutnya, wilayah terdampak berada di Tapanuli Utara dan Tapanuli Tengah, sehingga memerlukan perhatian khusus dan segera.
“Kita fokus pada perbaikan jembatan di Kecamatan Sipoholon dan Parmonangan, yang terdampak parah dan memerlukan bantuan segera,” kata Basarin.
Wilayah Terdampak
Pemerintah memperbaiki jembatan di Kecamatan Tukka dan Sibabangun, meliputi Desa Saur Manggita, Desa Sait Kalangan Dua, Desa Sigiring-giring, dan Desa Sibio-bio.
Kemudian, pemerintah melakukan penggalian timbunan dan perbaikan jembatan untuk mempercepat aksesibilitas dan meningkatkan keamanan.
“Kita melakukan penggalian timbunan dan perbaikan jembatan untuk mempercepat aksesibilitas dan meningkatkan keamanan,” ujar Basarin.
Dengan demikian, progresnya bisa selesai pada bulan Maret nanti, sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas normal.
Pemerintah membangun jembatan rampo dengan konstruksi besi, plat, dan tanah untuk meningkatkan kekuatan struktur dan keamanan yang lebih baik.
Selain itu, Pemprov Sumut juga melakukan operasi modifikasi cuaca untuk mengantisipasi dampak lanjutan banjir.
Operasi modifikasi cuaca sudah dilakukan pada 18-21 Februari di Bandara Silangit dan Bandara Kualanamu.
“Kita harapkan tidak terjadi lagi hujan di Tapteng, sehingga proses pemulihan dapat berjalan lancar,” harap Basarin.
Masyarakat terdampak bencana tercatat 479.047 KK, pengungsi 909 KK, meninggal dunia 376 jiwa, luka-luka 4 jiwa, dan hilang 40 jiwa.
Pemerintah terus memantau situasi dan melakukan upaya maksimal untuk memulihkan kondisi masyarakat.
Selanjutnya, Basarin berharap cuaca mendukung untuk percepatan pembangunan jembatan dan pemulihan kondisi masyarakat.
Dengan demikian, masyarakat dapat kembali beraktivitas normal dan sejahtera.
Akhirnya, pemerintah akan terus bekerja keras untuk memulihkan kondisi masyarakat dan meningkatkan kualitas hidup.
Pada akhirnya, upaya pemerintah ini diharapkan dapat membawa dampak positif bagi masyarakat terdampak.(*)












