PAKPAK BHARAT, Instrumentasi.com – Kapolres Pakpak Bharat AKBP Muhammad Agustiawan menyampaikan tiga pesan penting terkait keamanan dan ketertiban masyarakat saat melaksanakan program Minggu Kasih di Gereja GKPPD Salak Kota, Kecamatan Salak, Kabupaten Pakpak Bharat, Minggu (1/11/2026).
Kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 08.00 WIB itu bertujuan mempererat silaturahmi, menyerap aspirasi masyarakat, serta memperkuat kerukunan antarumat beragama di wilayah Kabupaten Pakpak Bharat.
Dalam kunjungan tersebut, Kapolres didampingi Kabag Ops AKP Mulia Simamora, Kapolsek Salak Iptu Tumpal Sitorus, Kanit 3 Satintelkam IPDA Ronitu Manik, serta sejumlah personel Polres Pakpak Bharat yang turut hadir.
Kedatangan rombongan disambut pimpinan gereja, Pdt. Kadarisman Sinamo, bersama jemaat GKPPD Salak Kota yang antusias mengikuti kegiatan Minggu Kasih tersebut dengan penuh kekhidmatan.
Dalam arahannya, Kapolres menekankan tiga hal, yakni pengawasan terhadap aktivitas anak di dunia digital, penguatan sinergi Polri dengan masyarakat, serta keselamatan berlalu lintas bagi pelajar.
Pertama, Awasi Anak dari Komunitas Terlarang
Kapolres mengingatkan para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak, khususnya penggunaan media sosial dan keterlibatan dalam komunitas terlarang yang membahayakan masa depan.
Ia meminta orang tua secara berkala memeriksa riwayat aktivitas digital anak untuk mengantisipasi pengaruh kelompok yang dapat membahayakan masa depan mereka secara serius.
“Jika anak sudah masuk komunitas terlarang, sangat sulit untuk mengeluarkannya kembali. Hal ini saya sampaikan berdasarkan pengalaman pernah bertugas di bidang siber Mabes Polri,” ujar Agustiawan dengan tegas.
Kedua, Perkuat Sinergi Polri Bersama Masyarakat
Kapolres mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat komunikasi dan kerja sama dengan kepolisian melalui program Polri Bersama Masyarakat yang digagas Kapolri.
Menurutnya, kehadiran polisi di tengah masyarakat, termasuk rumah ibadah, merupakan bagian dari upaya membangun kedekatan, menyerap aspirasi, dan menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif.
Ia juga mengajak jemaat menyaring informasi yang beredar di media sosial agar tidak mudah terpengaruh berita yang belum terverifikasi kebenarannya secara akurat.
Ketiga, Keselamatan Berlalu Lintas Pelajar
Kapolres mengingatkan pentingnya keselamatan berlalu lintas, khususnya bagi pelajar SMA yang menggunakan kendaraan bermotor untuk beraktivitas sehari-hari menuju sekolah.
Melalui Operasi Patuh Toba 2026, Polres Pakpak Bharat mengimbau para pelajar agar menggunakan helm dan mematuhi aturan lalu lintas secara konsisten dan bertanggung jawab.
Kapolres menjelaskan, imbauan tersebut menjadi perhatian karena keterbatasan angkutan umum di Kabupaten Pakpak Bharat membuat sebagian pelajar menggunakan kendaraan pribadi untuk bersekolah.
Ia juga meminta Kasat Lantas mengedepankan teguran dan pembinaan terhadap pelajar yang melakukan pelanggaran, termasuk berkoordinasi dengan pihak sekolah dan orang tua secara langsung.
Menurutnya, penegakan disiplin berlalu lintas bukan semata-mata untuk menghindari sanksi, melainkan melindungi keselamatan pengendara dan pengguna jalan lainnya di jalan raya.
“Keselamatan adalah kepentingan kita bersama. Karena itu, kami berharap para orang tua dan guru ikut mengawasi anak-anak dalam berkendara,” katanya di hadapan jemaat.
Sementara itu, perwakilan GKPPD Salak Kota, Pdt. KM Bancin, menyampaikan terima kasih kepada Kapolres Pakpak Bharat beserta jajaran atas kunjungan dan penyampaian pesan-pesan kamtibmas tersebut kepada jemaat.
Pihak gereja berharap arahan itu bermanfaat bagi seluruh jemaat serta menyatakan dukungan terhadap program Kapolri, khususnya upaya Polres Pakpak Bharat dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kabupaten Pakpak Bharat.(HM)












