Tapanuli Utara, Instrumentasi.com—Akibat instentitas hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Tarutung dalam beberapa hari terakhir menyebabkan Sungai Aek Sibulbulon meluap, Kamis (8/1/2026).
Akibat luapan tersebut, lahan persawahan warga di Desa Partali Julu, Desa Parbaju Tonga, dan Desa Parbaju Toruan tergenang banjir.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, debit air sungai meningkat tajam setelah hujan deras berlangsung cukup lama.
Alur sungai yang tidak mampu menampung volume air menyebabkan luapan ke area persawahan di sepanjang bantaran.
Kepala Desa Parbaju Julu, Tolhas Hutabarat, menjelaskan bahwa banjir dipicu oleh hujan deras yang terjadi pada waktu subuh. Ia menyebutkan hujan deras turun sejak sekitar pukul 03.00 hingga 05.00 WIB. Setelah itu, debit Sungai Aek Sibulbulon naik dengan cepat dan meluap ke sawah warga.
Tolhas juga menyampaikan, luas lahan persawahan yang terdampak banjir diperkirakan mencapai sekitar 30 hektare.
Sawah warga yang tergenang banjir kurang lebih mencapai 30 hektare, ujarnya.
Air masuk ke lahan pertanian dan membawa lumpur sehingga berpotensi mengganggu bahkan menggagalkan musim tanam.
Genangan air bercampur lumpur dan material pasir membuat sebagian lahan tidak dapat segera diolah.
Petani terancam mengalami gagal tanam serta menanggung kerugian akibat tertundanya masa tanam dan tambahan biaya pengolahan sawah.
Salah seorang warga Desa Partali Julu, Amir Hutabarat, mengatakan bahwa banjir akibat luapan Sungai Aek Sibulbulon kerap terjadi setiap musim hujan.
Ia menyebutkan setiap hujan deras sungai selalu meluap dan merusak sawah warga sehingga dampaknya makin luas.
Warga menilai salah satu penyebab utama banjir adalah pendangkalan dan penyempitan alur Sungai Aek Sibulbulon yang belum mendapat penanganan menyeluruh.
Hingga berita ini diterbitkan, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara melalui instansi terkait belum menyampaikan keterangan resmi.
Sementara itu warga berharap Dinas PUTR, Dinas Pertanian, dan BPBD segera turun ke lapangan untuk peninjauan, pendataan kerusakan, serta penanganan lanjutan.
Masyarakat di Desa Partali Julu, Parbaju Tonga, serta Parbaju Toruan berharap adanya sinergi pemerintah daerah dan DPRD agar persoalan banjir dapat ditangani secara komprehensif dan tidak terus berulang. (Sofian Candra Lase)












