Langkat, Instrumentasi.com – Berikan perlindungan bagi masyarakat kecil dan terzolimi sikap pejabat yang dirindukan semua kalangan.
Video viral penganiayaan dilakukan sekelompok pelajar berseragam pramuka menghebohkan warga Langkat dan sekitarnya, belum lama ini, Sabtu (25/10/2025).
Korbannya, dua remaja dibawah umur yang putus sekolah yakni Bima (16) dan Nazril (15) warga Kecamatan Hinai, Langkat, Sumut.
Para pelaku telah diamankan Polres Langkat bersama Polsek Hinai. Kini tengah menjalani proses hukum.
Hasil penelusuran polisi, diketahui lokasi penganiayaan terjadi di Dusun VII, Desa Cempa, Kecamatan Hinai, Langkat.
Kabar tersebut terdengar oleh Ketua KOMBAT Sumut, Ricky Anthony (Bung RA). Pihak langsung menerjunkan Ketua Brigadir KOMBAT Sumut, Soni Mario Tambah bersama jajaran menemui korban dan keluarganya, Minggu (26/10/2025).
“Ya kita kirimkan Tim Brigade KOMBAT untuk memberi dukungan moril kepada korban, kita tidak ingin hal serupa (perundungan) terulang, juga sebagai antisipasi jika ada pihak – pihak yang melakukan intimidasi,” sebut Pimpinan DRPD Sumut itu.
Bukan saja moril, Bung RA juga memberikan dukungan matril berupa santunan dan uang perobatan kepada korban bullying tersebut.
Bahkan Bung RA menyiagakan Tim Brigade KOMBAT untuk terus melakukan pemantauan pasca insiden tersebut, menjaga korban dan keluarga dari hal tak diinginkan.
“Kita juga memberikan nomor pengaduan kepada korban, kalau ada intimidasi lagi, tim brigade akan cepat datang minimal membawa 100 orang kader sebagai bentuk dukungan moril,” tegas Bung RA.
Politisi muda NasDem ini pun tegas berpesan, tidak ada tempat di manapun bagi pelaku bullying, baik di sekolah maupun luar sekolah, terutama di wilayah Langkat.
Sembari mengapresiasi gerak cepat Polres Langkat dalam mengamankan para pelaku bullying.(*)












