Pariwisata Ramai, PAD Samosir Dipertanyakan

Samosir, Instrumentasi.com– Tokoh masyarakat Samosir, Oloan Simbolon, pertanyakan ketimpangan antara tingginya angka kunjungan wisata dan rendahnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata di Kabupaten Samosir sepanjang tahun 2025.

Berdasarkan data resmi yang dipublikasikan pemerintah daerah, jumlah kunjungan wisatawan ke Samosir pada Tahun 2025 mencapai sekitar 2,4 juta orang, bahkan dirinci hingga 2.451.269 kunjungan.

“Angka tersebut dinilai patut diapresiasi karena menunjukkan daya tarik pariwisata Samosir yang terus meningkat,” ujar Oloan, Minggu (18/1/2026).

Namun, Oloan menilai publik wajar mempertanyakan mengapa PAD dari sektor pariwisata hanya berada di kisaran Rp14 miliar, sementara jumlah wisatawan sangat besar. Menurutnya, terdapat ketidakseimbangan yang perlu dijelaskan secara terbuka kepada masyarakat.

Ia menjelaskan, dengan perhitungan paling sederhana dan konservatif, apabila tarif retribusi masuk objek wisata rata-rata Rp10.000 per orang, maka potensi PAD dari 2,4 juta kunjungan seharusnya mencapai sekitar Rp24 miliar. Dari perhitungan tersebut, terdapat selisih lebih dari Rp10 miliar antara potensi dan realisasi PAD.

Oloan juga menyoroti detail angka kunjungan wisata yang disajikan sangat presisi hingga satuan orang.

Menurutnya, data sedetail itu sulit disebut sebagai estimasi kasar dan cenderung mencerminkan adanya sistem pencatatan yang terukur, bahkan berpotensi bersumber dari penjualan tiket masuk objek wisata.

“Jika data kunjungan benar dan terukur, maka PAD seharusnya sejalan. Sebaliknya, jika PAD jauh lebih kecil, maka metode penghitungan kunjungan wisata perlu diuji ulang. Dua hal ini tidak mungkin benar secara bersamaan,” ujar Oloan.

Ia menegaskan bahwa pernyataannya tidak dimaksudkan untuk menuduh adanya pelanggaran hukum. Namun, perbedaan signifikan antara potensi dan realisasi PAD, menurutnya, merupakan indikator adanya persoalan tata kelola, baik pada sistem pemungutan retribusi, pencatatan penerimaan, maupun pengawasan.

Oloan menilai pariwisata merupakan aset utama Kabupaten Samosir. Jika dikelola secara profesional dan akuntabel, sektor ini tidak hanya ramai dikunjungi, tetapi juga mampu menopang keuangan daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Keramaian tanpa dampak fiskal yang jelas hanya akan meninggalkan tanda tanya di tengah publik,” pungkasnya. (

)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *