Humbahas,Instrumentasi.com– Bupati Humbang Hasundutan, Oloan Paniaran Nababan, menerima kunjungan jajaran Yayasan dan Universitas Katolik Santo Thomas di ruang kerjanya, Perkantoran Bukit Inspirasi Doloksanggul, Kamis (26/2/2026). Pertemuan tersebut membahas rencana penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) di bidang pendidikan dan pertanian.
Rombongan dipimpin Wakil Ketua I Yayasan Santo Thomas, Lasro Simbolon, didampingi Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Beasiswa dan Alumni, Charles Sitindaon, serta Dekan Fakultas Pertanian, Posman Sibuea. Kerja sama akan melibatkan Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan dengan Universitas Katolik Santo Thomas melalui MoU dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) bersama sejumlah OPD.
Bupati Oloan Paniaran Nababan menyatakan bahwa kolaborasi dengan Universitas Katolik Santo Thomas merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memperkuat sektor pertanian daerah. Ia menegaskan, pemerintah daerah membuka peluang bagi ASN untuk melanjutkan studi Magister (S2) Hukum dan Magister (S2) Manajemen secara daring guna mendukung tata kelola pemerintahan yang profesional.
Oloan juga menyampaikan bahwa Pemkab Humbahas siap menyediakan lahan percontohan sebagai lokasi penelitian dan pengembangan sistem pertanian terpadu berbasis riset. Menurutnya, langkah tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam mendorong inovasi yang berdampak langsung bagi petani.
Sementara itu, Lasro Simbolon menegaskan bahwa Yayasan Santo Thomas berkomitmen memastikan implementasi MoU berjalan efektif dan berkelanjutan. Ia menyebut kerja sama ini tidak hanya bersifat seremonial, melainkan akan diwujudkan dalam program nyata yang menyentuh kebutuhan daerah.
Lasro menyatakan bahwa pihak yayasan mendukung penuh pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat di Kabupaten Humbang Hasundutan.
Di kesempatan yang sama, Charles Sitindaon menyampaikan kesiapan universitas dalam menyelenggarakan program Magister secara daring dengan dukungan sistem pembelajaran, kurikulum, dan tenaga pengajar yang memadai. Ia menegaskan bahwa program tersebut dirancang fleksibel agar ASN tetap dapat menjalankan tugas kedinasan tanpa meninggalkan pendidikan lanjutan.
Charles juga menyebutkan bahwa universitas membuka peluang pengembangan kerja sama di bidang akademik lainnya sesuai kebutuhan pemerintah daerah.
Adapun Posman Sibuea menjelaskan bahwa konsep pertanian terpadu yang ditawarkan berbasis pendekatan ilmiah dan riset terapan sesuai karakteristik wilayah Humbang Hasundutan. Ia menegaskan bahwa inovasi yang dihasilkan akan difokuskan pada komoditas unggulan daerah.
Posman menyatakan hasil penelitian nantinya diharapkan dapat langsung diadopsi petani guna meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat.
Melalui pertemuan ini, seluruh pihak menyatakan komitmen untuk membangun sinergi antara dunia akademik dan pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi di Kabupaten Humbang Hasundutan. (Bangkit Nababan SH)












