Lapas Bagansiapiapi Diverifikasi untuk Sertifikat Halal

Perkuat Kepercayaan Publik, Produk Karya WBP Lapas Bagansiapiapi Jalani Verifikasi Halal
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bagansiapiapi menerima kunjungan kerja dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) bersama Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UMKM), Senin (26/1/2026).

BAGANSIAPIAPI –Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UMKM) mengunjungi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bagansiapiapi, pada Senin (26/1/2026).

Selanjutnya, tim verifikator memeriksa jaminan produk halal unit kegiatan kerja warga binaan pemasyarakatan (WBP) di lapas dengan cermat dan teliti.

Kemudian, mereka meninjau lokasi produksi Rowbin Bakery dan Rowbin Coffee bersama Seksi Kegiatan Kerja Lapas.

Di Rowbin Bakery, tim memeriksa bahan baku pembuatan roti dengan teliti dan saksama, memastikan kualitasnya terjaga.

Selain itu, mereka juga memeriksa kebersihan dapur, peralatan kerja, dan higienitas warga binaan yang terlibat produksi, sehingga proses produksi berjalan lancar.

Standar Halal Terpenuhi

Pemeriksaan ini memastikan setiap tahapan produksi memenuhi standar halal yang ketat dan terjaga.

Sementara itu, di Rowbin Coffee, tim verifikator mengecek bahan bubuk untuk minuman dengan sangat hati-hati dan teliti.

Mereka memeriksa komposisi, asal, dan kedaluwarsa bahan dengan cermat dan teliti, memastikan bahan aman digunakan.

Tujuan pengecekan ini adalah memastikan bahan aman dan layak konsumsi bagi masyarakat luas.

Kepala Seksi Kegiatan Kerja, Mismin Handoko, menyambut baik verifikasi tersebut dengan penuh antusiasme dan kegembiraan.

“Kami pastikan produk WBP memenuhi standar kebersihan, keamanan, dan kehalalan,” katanya dengan percaya diri dan optimis.

Mismin Handoko juga berharap verifikasi ini dapat mendorong peningkatan kualitas produksi WBP, sehingga produknya lebih kompetitif.

Peningkatan Daya Saing Produk

Oleh karena itu, produk WBP akan memiliki daya saing lebih baik di pasar dan meningkatkan pendapatan WBP.

Selain itu, produk WBP juga dapat membuka peluang usaha setelah WBP bebas, sehingga mereka dapat memulai hidup baru.

Program ini sejalan dengan pembinaan kemandirian Ditjen Pemasyarakatan yang sedang digalakkan, sehingga WBP dapat menjadi warga masyarakat yang produktif.

Lapas Bagansiapiapi akan terus meningkatkan standar produksi dan kerja sama dengan instansi terkait, sehingga program ini dapat berjalan efektif.

Dengan demikian, Lapas dapat mendukung keberlanjutan program pembinaan WBP dan meningkatkan kualitas hidup mereka.

Akibatnya, warga binaan akan dapat keterampilan berguna setelah bebas dan menjadi warga masyarakat yang mandiri.

Lapas juga akan meningkatkan kepercayaan masyarakat pada produk WBP, sehingga produknya dapat diterima luas. (isc/**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *