Stop Bullying, Komnas PA Samosir Rencanakan Sosialisasi ke Sekolah 

Ketua Komnas Perlindungan Anak (PA), Ria Gurning, kunjungi kediaman remaja yang tewas gantung diri di Desa Huta Ginjang, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir pada Senin (30/03/2026).
Ketua Komnas Perlindungan Anak (PA), Ria Gurning, kunjungi kediaman remaja yang tewas gantung diri di Desa Huta Ginjang, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir pada Senin 2 April 2026. (Foto: Royzicky Sinaga/Instrumentasi.com).

Samosir, Instrumentasi – Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Kabupaten Samosir, Ria Gurning, berencana menggelar sosialisasi “Stop Bullying” di sekolah-sekolah menyusul kasus meninggalnya seorang remaja yang diduga bunuh diri di Desa Huta Ginjang, Kecamatan Simanindo, Senin (30/3/2026).

Langkah itu disampaikan Ria usai melakukan kunjungan ke rumah duka dan bertemu langsung dengan keluarga korban. Ia mengungkapkan, berdasarkan keterangan orang tua, peristiwa tersebut diduga dipicu oleh faktor tekanan ekonomi dan indikasi perundungan (bullying) yang dialami korban di lingkungan pergaulan.

“Saat bertemu dengan orang tua korban, mereka menyampaikan secara jujur bahwa selain persoalan ekonomi, ada indikasi korban mengalami bullying dari teman-temannya, termasuk ejekan yang menyebut nama ayahnya,” ujar Ria saat dihubungi melalui WhatsApp, Kamis (2/4/2026).

Dalam pertemuan itu, Ria juga mengingatkan keluarga korban dan masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial, terutama dalam menyampaikan persoalan pribadi. Ia menilai, curahan hati di media sosial tidak selalu mendapat respons positif dan justru dapat berdampak pada kondisi psikologis anak.

“Jangan menumpahkan keluh kesah di media sosial. Ini menjadi pelajaran bagi kita semua, karena bisa berdampak pada kondisi mental anak, apalagi jika anak tersebut memiliki kepribadian pendiam,” katanya.

Ria menambahkan, dari hasil pengamatan, kondisi keluarga korban tidak sepenuhnya mencerminkan kekurangan secara ekstrem. Ia menyebutkan bahwa anak lain dalam keluarga tersebut dalam kondisi sehat dan tercukupi gizinya.

Selain itu, ia menjelaskan bahwa adanya keterlambatan bantuan sosial kepada keluarga korban disebabkan oleh perubahan Kartu Keluarga serta hasil musyawarah desa yang memprioritaskan bantuan kepada warga lanjut usia, mengingat keluarga korban masih tergolong produktif.

“Kami juga telah menyampaikan kepada perangkat desa agar bantuan yang menjadi hak keluarga korban tetap diberikan dan tidak dihentikan,” ujarnya.

Ke depan, Komnas PA Kabupaten Samosir akan menggencarkan sosialisasi anti-bullying di sekolah-sekolah serta mendorong kerja sama dengan pihak sekolah guna menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak, baik di dalam maupun di luar sekolah.

Selanjutnya kata Ria lagi, kejadian ini menjadi pembelajaran bagi seluruh pihak, khususnya orang tua, agar lebih memperhatikan kondisi psikologis anak dan aktif menjalin komunikasi terkait aktivitas mereka di sekolah.

“Kami turut berdukacita dan berharap keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan. Kepada pemerintah, kami juga meminta agar terus mengevaluasi penyaluran bantuan agar tepat sasaran. Stop bullying terhadap anak,” tutupnya. (Roy)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *