Medan, Instrumentasi.com — Badan Pengelola Toba Caldera UNESCO Global Geopark (BP TCUGGp) dan Parsadaan Pomparan Toga Sinaga dan Boruna (PPTSB) menandatangani Nota Kesepahaman untuk menjaga lingkungan Danau Toba.
Nota kesepahaman ini mencakup kerja sama strategis di bidang pendidikan, inovasi, pariwisata, ekonomi lokal, pembinaan generasi muda, dan pelestarian budaya dan lingkungan selama lima tahun ke depan.
General Manager BP TCUGGp, Azizul Kholis, dan Ketua Umum PPTSB, Ir. Edison Sinaga, menandatangani nota kesepahaman ini di Gedung Togsin, Medan.
PPTSB memaparkan rekam jejak organisasi sejak berdiri tahun 1940, termasuk program penghijauan berbasis marga dan pengelolaan kebun bibit.
BP TCUGGp menyoroti capaian internasional berupa “Green Card” dari UNESCO untuk Toba Caldera UNESCO Global Geopark.
Rencana pengembangan geosite baru, pelaksanaan Geofest 2026, dan penguatan program reboisasi juga dibahas dalam kerja sama ini.

Penggiat lingkungan, Wilmar Eliaser Simandjorang, menekankan pentingnya eksekusi dan implementasi kerja sama ini.
“Kerja sama ini akan diuji bukan oleh dokumennya, tetapi oleh jejaknya di lapangan,” tegas Wilmar, di Gedung atau Wisma Tosin, Minggu (12/4/2026).
Wilmar juga menyoroti peran BP TCUGGp dalam menjaga arah dan konsistensi implementasi, serta kekuatan sosial PPTSB sebagai motor perubahan.
Diskusi ini dihadiri pimpinan PPTSB dan Manager BP TCUGGp, serta menekankan pelibatan generasi muda dan pengembangan ruang edukasi.
Kolaborasi ini diharapkan dapat membuat geopark menjadi ruang hidup yang mengintegrasikan konservasi, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat.
Pesan yang ditinggalkan tegas: menjaga bumi bukan sekadar wacana, melainkan kerja nyata lintas generasi.
Dari tepian Danau Toba, dunia diingatkan kembali bahwa menjaga bumi adalah tanggung jawab bersama.
Kerja sama ini akan menjadi contoh bagi daerah lain dalam menjaga lingkungan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. (Roy)












