Jalan Hutabaru Batunadua–Lumban Sinaga Pangaribuan Rusak Parah, Kubangan Air Ancam Keselamatan Warga

Tampak ruas Jalan Hutabaru Batunadua–Lumban Sinaga di Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) rusak parah dan membahayakan pengguna jalan roda dua maupun roda empat, Kamis 5 Februari 2026.(Fhoto : CSL/Instru)

Taput, Instrumentasi.com, kondisi ruas Jalan Hutabaru Batunadua–Lumban Sinaga di Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) mengalami kerusakan parah dan membahayakan pengguna jalan, baik roda dua maupun roda empat.

Pantauan Instrumentasi.com menunjukkan badan jalan dipenuhi lubang dengan genangan air berwarna cokelat yang menutupi sisa aspal dan kerikil di lokasi, Kamis (5/2/2026)

Kondisi tersebut membuat pengendara kesulitan memprediksi kedalaman lubang, sehingga perjalanan harus ditempuh dengan ekstra hati-hati dan mengandalkan insting.

Sejumlah lubang berpotensi menyebabkan kendaraan oleng, pelek bengkok, hingga pengendara terpaksa berhenti di tengah jalan untuk memeriksa kondisi kendaraan.

Saat hujan turun, genangan air semakin meluas dan menutup seluruh permukaan jalan, mengubah fungsi ruas tersebut dari akses transportasi menjadi kubangan air terbuka.

Ironisnya, jalan ini berada di kawasan permukiman padat penduduk dan menjadi jalur vital bagi aktivitas warga sehari-hari.

Anak sekolah, petani, hingga pedagang menggunakan jalan tersebut untuk berangkat dan pulang menjalankan kegiatan ekonomi dan pendidikan.

Namun, kondisi jalan yang rusak parah seolah memberi pesan bahwa risiko keselamatan harus ditanggung masing-masing pengguna jalan.

Selain kerusakan aspal, sistem drainase di sepanjang ruas jalan juga tidak berfungsi optimal.

Air hujan tidak mengalir sebagaimana mestinya dan justru menggenang di badan jalan, mempercepat kerusakan dan memperburuk kondisi permukaan.

Warga mengaku sudah lama mengeluhkan kondisi tersebut, namun hingga kini belum terlihat adanya perbaikan nyata.

“Kalau begini terus, jalan ini bukan lagi menghubungkan kampung, tapi menguji kesabaran,” ujar seorang warga.

Kondisi tersebut menjadi gambaran persoalan infrastruktur di Taput yang kerap tertinggal dan kalah cepat dari pertumbuhan rumput liar di pinggir jalan. (SCL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *