Medan, Instrumentasi.com – Ketua Umum Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi (DEMA FDK) UINSU, Ilham Mahathir Manurung, mempertanyakan transparansi penggunaan dana Rapat Kerja (Raker) UINSU dan dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT Musim Mas.
Raker UINSU tersebut dilaksanakan pada 2–4 Februari 2025 dengan tema “Tata Kelola Menuju Internasionalisasi UINSU 2025”.
Ilham Mahathir Manurung menegaskan bahwa mahasiswa memiliki hak untuk mengetahui bagaimana pengelolaan anggaran kegiatan tersebut.
Dengan demikian, mahasiswa dapat menghindari berbagai spekulasi publik yang berkembang mengenai potensi pemborosan maupun dugaan praktik yang tidak sesuai dengan prinsip tata kelola yang baik.
Menurutnya, transparansi merupakan bagian penting dari akuntabilitas lembaga pendidikan, terlebih UINSU sebagai institusi akademik yang mengedepankan nilai integritas dan tata kelola yang profesional.
Oleh karena itu, transparansi sangat penting untuk tidak menimbulkan spekulasi publik terkait potensi pemborosan maupun dugaan praktik yang tidak sejalan dengan prinsip tata kelola yang baik dan transparan.
“Sebagai bagian dari civitas akademika, kami meminta keterbukaan informasi terkait penggunaan dana Raker UINSU yang berlangsung pada 2–4 Februari 2025,” ujar Ilham di Medan, Selasa (10/03/2026).
Selanjutnya, DEMA FDK UINSU juga menuntut adanya klarifikasi terbuka mengenai dana CSR dari PT Musim Mas senilai Rp500 juta, yang disebut diperuntukkan bagi pembangunan Smartclass di lingkungan kampus.
Ilham menyampaikan bahwa hingga saat ini mahasiswa masih mempertanyakan sejauh mana perkembangan pembangunan Smartclass tersebut serta bagaimana proses realisasi penggunaan dana CSR tersebut.
“Kami juga meminta penjelasan secara terbuka terkait dana CSR dari PT Musim Mas sebesar Rp500 juta yang diperuntukkan untuk pembangunan Smartclass,” ucapnya.
Mahasiswa perlu mengetahui sejauh mana perkembangan dan proses realisasinya agar tidak menimbulkan polemik di tengah publik.
Oleh karena itu, DEMA FDK UINSU berharap pihak kampus dapat memberikan klarifikasi secara terbuka kepada mahasiswa dan masyarakat.
Sehingga pengelolaan anggaran dan program pembangunan di lingkungan UINSU tetap berjalan sesuai dengan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan tata kelola yang baik.
Kemudian, Ilham juga menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari komitmen mahasiswa dalam mengawal integritas dan kemajuan institusi.
“Mahasiswa hadir sebagai mitra kritis kampus, dan kami akan terus mengawasi setiap langkah institusi untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas,” pungkasnya.
Dikatakan, dengan demikian, UINSU dapat mewujudkan cita-cita menuju internasionalisasi secara profesional dan berintegritas.
Selain itu, kata Ilham Mahatdir Manurung, transparansi dan akuntabilitas juga dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi pendidikan tinggi.
“Tujuan kami bukan mencari kesalahan, tetapi memastikan bahwa setiap program dan anggaran dikelola secara transparan demi kemajuan bersama,” tandasnya (Roy)












