Medan, Instrumentasi.com–Presidium MARAK, Arif Tampubolon, menyoroti rencana KPK menggelar koordinasi-supervisi (Kor-sup) pencegahan korupsi di Hotel Manhattan, Jakarta, 25-26 Februari 2026, dengan 140 peserta dan anggaran ratusan juta rupiah.
Arif menilai pemilihan lokasi hotel mewah dekat Gedung Merah Putih KPK sebagai pemborosan anggaran yang tak mencerminkan semangat antikorupsi.
“Ini jelas pemborosan. KPK bicara pencegahan korupsi, tapi gelar kegiatan di hotel mewah dengan biaya besar,” ujar Arif, kepada wartawan Instrumentasi.com, Senin (9/2/2026)
Kegiatan ini hanya diskusi dan koordinasi, tak perlu di hotel berbintang, apalagi bulan Ramadan.
“Gedung Merah Putih KPK sudah punya fasilitas memadai, penggunaan hotel tak rasional,” tambahnya.
Arif desak batalkan agenda Korsup di Hotel Manhattan dan minta Ketua KPK Setyo Budiyanto evaluasi kebijakan internal.
“Kegiatan tak mendesak, tak beri manfaat langsung bagi rakyat, harus dihentikan,” tegasnya.
Arif juga soroti pola kegiatan pencegahan yang serap anggaran besar tapi minim dampak, menjauhkan KPK dari tugas utama.
“Asta Cita Presiden Prabowo soal pemberantasan korupsi tak sejalan dengan kegiatan ini,” katanya.
Arif minta Dewas KPK ambil langkah tegas, batalkan agenda Deputi Pencegahan boros dan tak produktif.
“Dewas KPK harus kawal kebijakan internal sejalan kepentingan publik,” tambahnya.
Kepercayaan publik terhadap KPK ditentukan keteladanan dan konsistensi ucapan dan tindakan.
“KPK tak mampu beri contoh pengelolaan anggaran sederhana, kepercayaan publik terkikis,” pungkas Arif.
KPK harus fokus pemberantasan korupsi efektif dan efisien, serta tinggalkan kegiatan tidak produktif. (R)












