Akses Aek Sipoti Terputus Dua Bulan, Warga Dusun I Batunagodang Siatas Gotong Royong Perbaiki Jalan

Humbahas, instrumentasi.com— Akses jalan dan jembatan di Aek Sipoti, Dusun I, Desa Batunagodang Siatas, Kecamatan Onan Ganjang, Kabupaten Humbang Hasundutan, terputus lebih dari dua bulan akibat banjir bandang dan longsor.

Kondisi tersebut mendorong warga setempat mengambil inisiatif melakukan gotong royong memperbaiki akses vital, Senin (2/2/ 2026).

Warga menilai kerusakan yang terjadi belum mendapatkan penanganan serius dari pemerintah, meski dampaknya sangat dirasakan dalam aktivitas sehari-hari.

Aek Sipoti merupakan jalur utama penghubung warga Dusun I menuju pusat desa dan wilayah sekitar.

Sejak terputus, mobilitas masyarakat terganggu, termasuk untuk kegiatan ekonomi, pendidikan, dan layanan kesehatan.

Tanpa menunggu komando dari pemerintah desa maupun kecamatan, warga bergotong royong membersihkan material longsor dan memperbaiki bagian jalan yang rusak.

Menurut warga, langkah tersebut terpaksa dilakukan karena akses tersebut sangat mendesak untuk segera difungsikan kembali.

Di sisi lain, pemerintah telah membangun jalan baru yang rencananya akan segera diresmikan.

Namun, jalan baru itu dinilai belum banyak membantu kebutuhan warga Dusun I.

Selain menambah jarak tempuh, kondisi jalan baru disebut masih labil dan belum sepenuhnya layak digunakan.

Warga menyebut, saat turun gerimis, permukaan jalan menjadi licin dan berisiko dilalui kendaraan.

Akibatnya, kendaraan roda dua maupun roda empat kerap tidak dapat melintas dengan aman.

Situasi tersebut membuat warga tetap bergantung pada jalan dan jembatan lama yang kini terputus.

Warga berharap pemerintah daerah tidak hanya fokus pada peresmian jalan baru, tetapi juga memperhatikan infrastruktur lama yang masih sangat dibutuhkan.

Mereka meminta adanya penanganan serius dan permanen terhadap jalan dan jembatan Aek Sipoti.

Warga menilai perbaikan sementara melalui gotong royong tidak cukup untuk menjamin keselamatan pengguna jalan.

Pemerintah diharapkan segera turun tangan melakukan perbaikan teknis sesuai standar agar akses dapat kembali normal. (Jasa Sebastian Simanulang)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *