Risiko Dipimpin Gubernur Kurang Kompeten

Medan, Instrumentasi.com –Pengunduran diri Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemprovsu memicu reaksi keras masyarakat. Gubernur Bobby Nasution harus bertanggung jawab.

Gubernur memilih, melantik, dan mengangkat sumpah pejabat, tapi mereka mundur, membuktikan ketidakmampuan gubernur memilih orang tepat, belum lama ini

Pertama, Bobby tidak memiliki kecakapan sebagai Gubernur, menciptakan lingkungan kerja tidak kondusif. Ia gagal memimpin tim yang efektif.

Kedua, pemerintah daerah harus menggunakan RPJMD, bukan keinginan gubernur. Ini untuk memastikan kebijakan sesuai dengan rencana.

Ketiga, Bobby tidak memiliki kecakapan, karena anak mainnya terjaring OTT KPK. Ini menunjukkan gubernur tidak dapat memilih orang baik.

Keempat, pejabat tidak percaya dapat selamat dari risiko jabatan, sehingga mundur. Mereka tidak memiliki kepercayaan diri

Kelima, kadis diduga bekerja dalam tekanan dan berpotensi pelanggaran hukum. Mereka tidak dapat bekerja dengan bebas.

Pengunduran diri membuktikan kegagalan Bobby membangun team work. Gubernur harus memperbaiki situasi ini segera.

Bobby harus mengambil tindakan konkret untuk meningkatkan kualitas pemerintahan. Ia harus memilih pejabat yang kompeten.

Gubernur harus memastikan bahwa Pemprovsu berjalan efektif dan efisien. Ini untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pengunduran diri ini menjadi pelajaran bagi Bobby untuk lebih berhati-hati. Ia harus memilih pejabat yang dapat dipercaya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *