Kakek Tinggal Digubuk Reot Tidak Pernah Dapat Bantuan Sosial

Medan, Instrumentasi.com – Miris Bantuan Sosial (Bansos) tidak tepat sasaran, Ditengarai penyebabnya, data penerima bantuan tidak pernah diperbaharui hingga masih banyak masyarakat yang seharusnya layak menerima tidak terdata.

 

Seperti yang dialami oleh Asrin Pinduri (68) yang hingga saat ini hanya bisa pasrah menjalani hidupnya disebuah rumah Gubuknya yang bertembokkan papan yang penuh dengan tempelan dan beratapkan jerami.

 

Rumah berlantai semen yang sudah banyak bolong, tersebut terletak di lingkungan 6 Kelurahan Bandar Selamat, Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan.

 

Sekadar diketahui, bantuan sosial dari Pemerintah Pusat maupun Daerah lebih banyak menyentuh warga yang mampu karena diduga data yang digunakan berasal dari kepling yang sulit dipertanggungjawabkan validasinya.

 

Dari pantauan di lokasi, rumah Gubuk yang hanya berlantaikan Semen itu menjadi saksi bisu kehidupan keluarga Asrin Pinduri (68) yang sudah tinggal 43 Tahun di Kelurahan Bandar Selamat.

 

Menurut Asri Pinduri sudah puluhan tahun ia dan keluarga kecilnya menempati rumah Gubuk Reot itu, dan belum pernah mendapat bantuan dari Pemerintah, baik dari Kelurahan, Pemko Medan maupun Provinsi Sumatera Utara.

 

”Sudah puluhan tahun, saya tinggal di rumah ini, sampai sekarang belum pernah mendapat bantuan dari pemerintah Pusat atau Pemko Medan maupun Provinsi Sumatera Utara. Boro-boro dari Kelurahan setempat,” ucap Asri, Senin (22/12/2025).

 

Hal ini mendapat sorotan tajam Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU) Azhari A.M Sinik meminta kepada Walikota Medan agar bisa turun kelokasi dan benar benar mengawasi kinerja setiap Kecamatan dan Kelurahan di Medan.

 

“Inilah yang sebenarnya tidak benar, seharusnya Bansos bisa tepat sasaran dan bisa merata jika pihak kelurahan bisa mengawasi benar kerja keplingnya, kalau sudah seperti ini kayaknya harus benar benar di kaji ulang kembali Lurah beserta stafnya dan seluruh Kepling nya” terang Azhari, “yang tidak mampu bekerja untuk melayani masyarakat pecat saja” geramnya. (Roy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *