Sejumlah Titik Longsor di Taput Akibatkan dua tewas dan 29 Hilang

Taput, Instrumentasi.com – Dua warga dilaporkan meninggal dunia dan 29 lainnya masih hilang akibat banjir serta tanah longsor yang melanda Kabupaten Tapanuli Utara sejak Rabu (26/11/2025) dini hari. Bencana terjadi di sejumlah titik di Kecamatan Adian Koting dan Kecamatan Parmonangan.

Kedua korban meninggal merupakan ayah dan anak, yakni Bangun Sitompul (53) dan Rey Bastian Sitompul (1), warga Adian Koting Jae. Mereka ditemukan dalam kondisi tertimbun material longsor setelah rumah mereka roboh sekitar pukul 02.00 WIB.

Perkembangan terbaru tersebut disampaikan Polres Tapanuli Utara pada Kamis (27/11/2025). Pihak kepolisian menegaskan bahwa proses pencarian terhadap puluhan warga yang hilang masih berlangsung di lapangan, ujar Kasi Humas Polres Taput, Aiptu Walpon Barimbing.

“Update terbaru, selain dua korban meninggal, sebanyak 29 warga masih hilang di berbagai lokasi dan sedang dicari,”

Barimbing menyebutkan bahwa korban hilang terbanyak berada di Kecamatan Adian Koting, khususnya di Desa Sibalanga yang terdampak longsor di tiga titik berbeda. Kondisi medan yang berat membuat proses evakuasi berlangsung lambat.

Selanjutnya dijelaskan Walpon, di titik pertama Desa Sibalanga, sembilan warga hilang akibat rumah mereka tertimbun tanah dan batu. Para korban adalah Nerla Simanjuntak (52), Sumiati (52), Nur (40), Ayu (35), Amel (10), seorang nenek berusia 60 tahun yang belum teridentifikasi, Joksan Hutabarat (55), Tiomina Simamora (54), dan Indri Laura Hutabarat (14).

Di titik kedua, tiga korban masih tertimbun di dalam rumah ketika longsor menerjang. Mereka adalah Seri Hutagalung (60), Jones Sitompul (32), dan bayi berusia enam bulan.

Sementara itu, di titik ketiga Desa Sibalanga, lima warga dilaporkan hilang, yaitu Gusmeri, Erni Soer br Panggabean, Nita Ayu, Yola, serta balita bernama Arkana Prasaja (1,5 tahun). Dengan demikian, total warga hilang di Kecamatan Adian Koting mencapai 17 orang.

Korban hilang lainnya berada di Kecamatan Parmonangan, masing-masing di Desa Pertengahan dan Desa Huta Tua. Di Dusun Simarsalaon, Desa Pertengahan, tujuh warga hilang setelah rumah mereka tertimbun material longsor.

Keluarga korban yang hilang tersebut adalah Bungkirno Manalu (30), istrinya Boru Sinaga (28), Santiur Marbun (Op. Elik), Marni Simanullang, Reza Manalu (5), serta dua anak Bungkirno yang berusia 3 tahun dan 1,5 tahun yang belum teridentifikasi.

Di Desa Huta Tua, lokasi kerja PT Partogi Hidro Energy ikut tertimbun longsor. Lima pegawai dinyatakan hilang, yaitu Wilviton Hutasoit (30), Gedeon Manalu (25), Sahat Manalu (40), Togu Manalu (26), dan Farida (40).

Dengan tambahan korban dari Parmonangan sebanyak 12 orang, jumlah keseluruhan warga yang hilang akibat bencana di Taput mencapai 29 orang. Hingga kini, tim gabungan dari Polres Taput, BPBD, TNI, dan relawan masih melakukan pencarian di seluruh titik terdampak. (Bangkit Nababan, SH)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *