Jalan Longsor di Sitapongan Doperbaiki Libatkan Pemkab, Masyarakat, dan Perusahaan PLTMH

Humbahas, Instrumentasi.com – Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) bersama masyarakat, pemerintah desa, pemerintah kecamatan, dan perusahaan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) di Sitapongan melakukan aksi gotong royong memperbaiki jalan yang tertimbun longsor di Desa Sitapongan.

Kegiatan ini menjadi langkah penting untuk memulihkan akses transportasi dari Desa Sanggaran I dan Sitapongan menuju ibu kota Kecamatan Sijamapolang, maupun arah sebaliknya. Jalan tersebut merupakan jalur vital bagi warga untuk mengangkut hasil pertanian, kebutuhan sehari-hari, serta layanan publik lainnya.

Bupati Humbahas, Oloan Paniaran Nababan, menerima laporan longsor pada Senin pagi (11/8/2025). Usai mendapatkan informasi, ia langsung menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) agar segera berkoordinasi dengan pemerintah desa dan melakukan penanganan darurat di lokasi.

Instruksi itu juga mencakup pengerahan alat berat dan mobilisasi tenaga kerja gabungan dari unsur pemerintah daerah, aparat desa, perusahaan, dan masyarakat setempat. Tujuannya agar penanganan bisa dilakukan secepat mungkin sebelum kerusakan bertambah parah.

Kepala Desa Sitapongan, Mardompak Asi Lumban Gaol, menyampaikan bahwa penanganan jalan longsor dimulai pada Senin (11/8) dan dilanjutkan keesokan harinya, Selasa (12/8/2025). Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak menjadi kunci kelancaran proses perbaikan.

“Atas nama pemerintah desa dan masyarakat Sitapongan, kami menyampaikan terima kasih kepada Bupati Humbang Hasundutan dan semua pihak yang telah berpartisipasi dalam penanganan jalan longsor ini,” ujar Mardompak.

Ia menuturkan, gotong royong tersebut berlangsung dalam suasana kebersamaan. Warga, perangkat desa, dan tim dari perusahaan PLTMH bekerja bahu-membahu membersihkan material longsor dan memperkuat badan jalan.

Selain membersihkan material tanah dan batu, perbaikan juga meliputi penataan drainase untuk mencegah air hujan meluber ke badan jalan. Hal ini diharapkan dapat mengurangi risiko longsor susulan, terutama di musim penghujan.

Mardompak juga mengimbau masyarakat agar lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan. Menurutnya, menjaga kondisi hutan, menata aliran air, dan menghindari pembukaan lahan yang tidak terkendali merupakan langkah penting mencegah bencana seperti longsor maupun kebakaran hutan.

“Kami berharap kesadaran masyarakat semakin tinggi. Bencana bisa diminimalkan jika kita menjaga lingkungan bersama-sama,” katanya.

Dengan adanya perbaikan ini, jalur penghubung kembali bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Kondisi tersebut diharapkan memperlancar aktivitas ekonomi, termasuk distribusi hasil pertanian dan akses warga terhadap pelayanan kesehatan dan pendidikan.

Bagi petani di Sitapongan dan Sanggaran I, perbaikan jalan ini berarti menghemat waktu dan biaya transportasi. Sebelumnya, kerusakan jalan membuat proses pengangkutan hasil panen terhambat dan ongkos angkut membengkak.

Pemerintah Kabupaten Humbahas memastikan akan terus memantau kondisi jalan tersebut. Jika diperlukan, akan dilakukan peningkatan kualitas badan jalan agar lebih tahan terhadap potensi bencana alam di kemudian hari.

Perbaikan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pihak swasta mampu memberikan solusi cepat dan efektif terhadap permasalahan infrastruktur yang mendesak.(Bangkit Nababan)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *