๐—ฃ๐—ผ๐—น๐—ถ๐˜€๐—ถ ๐—ง๐—ฎ๐—ธ ๐—Ÿ๐—ฎ๐—ธ๐˜‚๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—™๐—ผ๐—ฟ๐—ฒ๐—ป๐˜€๐—ถ๐—ธ ๐——๐—ถ๐—ด๐—ถ๐˜๐—ฎ๐—น, ๐—›๐—ฃ ๐—ฃ๐—ฒ๐—น๐—ฎ๐—ท๐—ฎ๐—ฟ ๐—ง๐—ฒ๐˜„๐—ฎ๐˜€ ๐—ฑ๐—ถ ๐—ฆ๐—ฎ๐—บ๐—ผ๐˜€๐—ถ๐—ฟ ๐—ง๐—ฎ๐—ธ ๐—ฃ๐—ฒ๐—ฟ๐—ป๐—ฎ๐—ต ๐——๐—ถ๐—ฏ๐˜‚๐—ธ๐—ฎ

Samosir,instrumentasi.com โ€” Penanganan kasus kematian pelajar SMA Simanindo, Putra Junius Sidabutar (16) di Kabupaten Samosir yang diduga gantung diri menuai sorotan setelah pihak kepolisian tidak melakukan penyelidikan lanjutan, termasuk pemeriksaan forensik digital terhadap telepon genggam korban.

Padahal, perangkat tersebut diduga menyimpan informasi penting terkait kondisi korban sebelum meninggal dunia.

Berdasarkan penelusuran lapangan, wartawan menemui orang tua korban di rumahnya pada 2 April 2026. Dalam pertemuan tersebut, Betty Sihombing, ibu kandung korban menyebut telepon genggam anaknya tidak dapat diakses karena terkunci.

โ€œHp-nya dikunci, tidak bisa dibuka, sudah beberapa orang mencoba tidak bisa,โ€ ujar orang tua korban.

Orang tua korban juga menyampaikan bahwa telepon genggam tersebut sempat diminta oleh pihak kepolisian, namun kemudian dikembalikan dalam kondisi tetap terkunci.

Dari keterangan orang tua korban, hingga saat ini isi komunikasi terakhir korban belum diketahui.

๐—ฃ๐—ผ๐—น๐˜€๐—ฒ๐—ธ ๐—ž๐—ผ๐˜€๐—ผ๐—ป๐—ด, ๐—ž๐—ฎ๐—ฝ๐—ผ๐—น๐˜€๐—ฒ๐—ธ ๐—–๐˜‚๐˜๐—ถ:

Usai dari rumah korban, wartawan mencoba melakukan konfirmasi ke Polsek Simanindo. Namun, saat didatangi, tidak terdapat anggota kepolisian di kantor tersebut. Berdasarkan keterangan seorang anggota yang dihubungi melalui telepon seluler, Kapolsek sedang menjalani cuti. Upaya konfirmasi di tingkat Polsek pun tak bisa dilakukan.

๐—๐—ฎ๐˜„๐—ฎ๐—ฏ๐—ฎ๐—ป ๐—ฅ๐—ฒ๐˜€๐—บ๐—ถ: ๐—ง๐—ฎ๐—ธ ๐—”๐—ฑ๐—ฎ ๐—ฃ๐—ฒ๐—ป๐˜†๐—ฒ๐—น๐—ถ๐—ฑ๐—ถ๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—Ÿ๐—ฎ๐—ป๐—ท๐˜‚๐˜๐—ฎ๐—ป

Konfirmasi kemudian dilanjutkan ke Polres Samosir. Pada 3 April 2026, wartawan mengirimkan pertanyaan kepada Kepala seksi humas Polres Samosir, AKP R Simarmata melalui pesan WhatsApp. Jawaban diterima pada 4 April 2026.

Dalam keterangannya, pihak kepolisian menyatakan, โ€œSetelah adanya pernyataan keluarga korban, pihak Satreskrim tidak belum ada melakukan penyelidikan.โ€

Pernyataan tersebut menegaskan tidak adanya pendalaman lanjutan dalam kasus ini, termasuk terhadap perangkat digital korban.

๐—ž๐—ฒ๐˜€๐—ถ๐—บ๐—ฝ๐˜‚๐—น๐—ฎ๐—ป ๐—•๐—ฒ๐—ฟ๐˜๐˜‚๐—บ๐—ฝ๐˜‚ ๐—ฃ๐—ฎ๐—ฑ๐—ฎ ๐—ฃ๐—ฒ๐—ฟ๐—ป๐˜†๐—ฎ๐˜๐—ฎ๐—ฎ๐—ป ๐—ž๐—ฒ๐—น๐˜‚๐—ฎ๐—ฟ๐—ด๐—ฎ:

Tidak dilakukannya pemeriksaan forensik digital membuat sejumlah informasi penting belum terungkap, seperti komunikasi terakhir korban, kemungkinan tekanan yang dialami, serta relasi sosial yang tidak terlihat di lingkungan sekitar.

Dalam penanganan kasus kematian, terutama yang melibatkan remaja, jejak digital kerap menjadi salah satu sumber utama untuk memahami kondisi korban sebelum peristiwa terjadi.

Dengan tidak dilakukannya penyelidikan lanjutan, kesimpulan atas kematian korban bertumpu pada pernyataan keluarga tanpa didukung pendalaman tambahan.

Kasus ini pun menyisakan sejumlah pertanyaan yang hingga kini belum terjawab. (Hayun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *